Baskara Putra selalu terlihat memiliki hubungan yang kompleks dengan orang tuanya, terutama dalam novel 'Bumi Manusia'. Awalnya, ia tampak memberontak terhadap nilai-nilai tradisional yang dipegang teguh oleh ayahnya, yang mencerminkan konflik generasi yang khas. Tapi di balik itu, ada rasa hormat yang dalam, meskipun disampaikan dengan cara yang tidak langsung. Ibunya lebih memahami sifat idealis Baskara, meskipun sering khawatir dengan risiko yang diambilnya.
Seiring perkembangan cerita, hubungan ini berubah. Ketika Baskara semakin terlibat dalam perjuangan politik, orang tuanya justru menjadi sumber kekuatan diam-diam. Mereka mungkin tidak selalu setuju dengan caranya, tapi tidak pernah benar-benar meninggalkannya. Justru di saat-saat sulit, misalnya ketika Baskara dipenjara, dukungan mereka terasa paling kuat meskipun disampaikan dengan diam.