RAHIM PENGGANTI (Antara Janji Dan Air Mata)
Cetus Gayatri, menelisik penampilan Hana.
Senyum anggun terukir di bibir ranum Hana, tidak ada sakit hati, marah, atau ingin membalas ucapan yang menyakitkan. Baginya sudah kebal ucapan mereka hanyalah angin lalu untuknya. "Saya berharap Mama dan mas Arsa tidak rugi. Tapi, kembali lagi pada sang Haliq." Lirih dan tenang. "Bukankah, jodoh, rejeki dan maut itu sesuatu yang rahasia? Kita tidak tahu apa yang terjadi nanti."
Gayatri terkejut dengan jawaban Hana, dia tidak menyangka bahwa wanita muda itu akan menjawab dengan begitu bijak. "Kamu pintar berbicara, rupanya," kata Gayatri, suaranya penuh dengan sinisme.
Hot Chapters