MAWAR
Nico mengangkat wajahnya, dia segera menengok ke arah perut Mawar, perut itu bergerak kembali menandakan perempuan itu bernafas kembali.
"Tolong keluarlah, saya akan memeriksanya,"
Lalu Nico menyingkir membiarkan Aji menangani Mawar, wajahnya cengo antara percaya atau tidak Mawar telah hidup kembali.
Aji segera mengambil Defibrilator -alat pemacu jantung, lalu dengan perlahan di tempelkan ke dada Mawar, memberi arahan kepada suster yang sudah siap siaga lalu dia menekan alat itu berulang kali.