Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Karena baik atau tidaknya belum terlihat pandangan. Dengan kemantapan hati, Arista memilih menghapus aplikasi biru. Harapan untuk melupakan mungkin tidak mudah, tetapi setidaknya menyamarkan perasaan sendiri agar bisa bangkit lebih cepat. "Bismillah ...," ucapnya lirih sembari telunjuknya menyentuh tombol 'delete' dengan sekali tekan. Walaupun merasa ada separuh hatinya yang tertinggal, tetapi ada ketenangan jiwa karena berhasil melawan batin sendiri untuk sebuah pilihan hidup.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 239 Times as handle apar
Read
+Library
MARRIED TAPI AVAILABLE

MARRIED TAPI AVAILABLE

Selama mengurus pengaduan itu pulalah, Shirley kembali berkomunikasi via W*. : ##Mama sdh sampe bandara.## : ##Alhamd. Mama nanti nginep di hotel apa?## : ##Bukan hotel tapi apartemn. Namanya mama lupa. Knp emg?## : ##Yg penting kalian sekamar. Kamu tu sexy.## : ##Terus, Mama musti ngapain?## : ##Fuck him up.##
4.0K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as handle apar
Read
+Library
MATE

MATE

tanyaku dengan hati-hati dan akhirnya dia mau menatapku. “Aku .... Tidak ... tidak ada.” Maro kembali memalingkan wajahnya dariku. Dia terlihat ragu untuk menceritakan masalahnya padaku. “Aku ingin ke dapur sebentar,” ucapnya langsung beranjak dari tempat kami. Aku tau ada yang ingin Maro katakan padaku, tapi anak itu terlihat ragu untuk menyampaikannya padaku. Dengan hati-hati, kutarik tanganku dari genggaman Stiff. Kemudian memindahkan kepalanya dari pangkuanku. Semua gerakan yang kulakukan kuusahakan sepelan mungkin agar Stiff tidak terbangun.
109.5K viewsCompletedAdded to Library 294 Times as handle apar
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

Tara tetap tersenyum sambil mengangguk-angguk kecil. “Tunggu sebentar, aku akan mengecek persediaan.” “Okay!” Bagian dalam apotek tak lebih dari satu kali dua meter. Vash berdiri di pintu tepat di bawah plang Pharmacist yang bisa dilihat dari luar. Shasha agak lama berada di belakang hingga akhirnya kembali dan membawa sesuatu. Vash tidak sempat melihat barang yang dibawa Shasha. Ia merasakan bahaya dari belakang dan segera berbalik untuk menghadapi seseorang yang hendak menyerang.
3.0K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as handle apar
Read
+Library
SATAPUSPI

SATAPUSPI

Lara dan Reva langsung menerobos masuk dan berdiri tak jauh dari dipan, tampak seorang perawat wanita cantik sedang membantu Tobias melepas baju. “Bagaimana kondisinya, kak?” Lara bertanya meski dia sudah melihat sendiri kondisinya. “Bahu kanannya bergeser, dan kemungkinan besar dia tidak bisa melanjutkan pertandingan,” perawat itu menjelaskan sambil menatap jeri bahu pasiennya, “aku bukannya lebih percaya pengobatan alternatif tapi bahumu ini memang harus diurut.” “Mungkin untuk sementara waktu kita bisa mengompresnya dulu dengan es batu,” Lara berkesimpulan, kemudian dia menatap Reva yang berada di sampingnya, “coba kau carikan es batu di sekolah ini.”
2.9K viewsOngoingAdded to Library 110 Times as handle apar
Read
+Library
ADHARA

ADHARA

"Ya jadilah." Farah beranjak dari duduknya dan menyambar tas didekatnya untuk segera pergi meninggalkan ruangan tersebut. Saat keduanya tengah berjalan menuju loby, mereka tak sengaja bertemu dengan Arum yang dimana adalah bunda Dirga dan sekaligus direktur utama ADHARA CORP "Malam bu-" sapa keduanya dengan sopan Arum tersenyum kearah Lisa dan Farah yang baru saja hendak pulang
2.8K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as handle apar
Read
+Library
APRILISYA

APRILISYA

ujar April. “Biar Oma telpon Oma Sari, apa dia setuju kamu tinggal di Apartemen.” April mengangguk, menyetujui ucapan Oma Dera. “Oma, April kembali ke kamar. Nanti kabari saja April,” ucap April. Oma Dera mengangguk, dan membiarkan April meninggalkannya.
102.8K viewsOn holdAdded to Library 104 Times as handle apar
Read
+Library
AMORAGA

AMORAGA

"Enggak, Kak. Amora mau nelepon, tapi HP Amora ketinggalan. Amora gak hapal nomornya. Antar Amora, ya, Kak." Ares terdiam sebentar, namun bebetapa detik kemudian ia tersenyum. "Raga pacar kamu?" "Eh, bukan." Amora menggelangkan kepalanya cepat. "Kita temenan, kok, Kak." Ares tertawa pelan. Ia mengambil kunci mobilnya lalu mengantar Amora ke hotel. Saat sampai di hotel, Amora langsung bergegas menuju kamarnya. Dan benar saja, ponselnya tertinggal di nakas. Ia mengerutkan dahi saat melihat notifikasi dari Raga.
109.2K viewsOngoingAdded to Library 339 Times as handle apar
Read
+Library
Liara

Liara

Hagan mengoreksi salah satu pria yang hendak memasang karpet di dekat sofa. "Baik, Tuan." Liara yang semula ikut menontoni proses yang berlangsung mendadak membalik tubuh dan menenggelamkan wajah di leher sang suami. "Mereka menatap seperti aku orang aneh, Hagan. Turunkan aku, kumohon," bisiknya. "Tidak." balas si pria cepat, Kembali langkahnya bergerak sambil memberi perintah pada orang-orang di sana.
9.535.0K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as handle apar
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedaneelprend
“Marahin aja, Mas.” Aku terperangah melihat Alfa yang tanpa disangka malah mengadu ke Mas Wira kayak anak kecil yang ngadu ke Papa-Mama-nya. Hafiz menoleh ke arah Alfa dengan tatapan ingin mencekik temannya itu. “Maaf, Mas Wira. Hafiz tadi nggak sengaja, Mas.” ujar Hafiz nggak enak dengan Mas Wira.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as handle apar
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status