SETELAH TALAK TIGA
Tubuhku menegang, lalu seulas senyum terbit, sempat-sempatnya dia menggodaku di saat diri ini sedang dilanda kegugupan luar biasa.
"Mas juga," sahutku lirih, dia menoleh.
"Juga apa?"
"Ganteng," Lalu kami saling mengulum senyum, hingga ketukan pada mikrofon mengembalikan wajah serius kita berdua. Mas Abi memegang pengeras suara tersebut, pun bapak penghulu.
"Ananda Abizar Bin Wira Permana?"
"Saya!"
"Saya nikahkan dan kawinkan kamu dengan Hanindiya binti Atmojo dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan emas seberat sembilan ratus gram dan satu unit mobil Range Rover dibayar tunai!"
Hot Chapters