Pemuas Hasrat CEO Dingin
Kemudian berdiri dari kursi, hendak keluar dari ruangan, tapi Anindita cepat menghadang, berdiri tepat di depan dada bidangnya.
“Kita sudah resmi tunangan, Dirga,” ucapnya datar namun menuntut. “Dan sebentar lagi, ayah kita akan melanjutkan ke tahap pernikahan.”
Seruan itu membuat Dirga menatapnya lama, tatapan tajam seperti pisau yang menusuk balik. “Jangan mimpi,” gumamnya rendah, nyaris seperti geraman.
Bab Populer