Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Milik Sang Bayangan

Milik Sang Bayangan

“Kamu boleh terus dorong aku. Tapi suatu saat… aku akan mendorong balik. Dan kalau kamu jatuh, aku tidak akan menangkapmu. Aku akan ikut jatuh bersamamu.” Kayra menahan napas. Lalu membalas, “Jangan sok-sok an jadi pujangga, Tuan Bayangan.” Mereka tidak saling menyentuh lagi. Tapi jarak di antara mereka… tinggal napas. Dan di dalam napas itu, sesuatu mulai menyala. Sesuatu yang tak bisa lagi dipadamkan. ***
589 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai harimau bayang
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Terhebat

Pendekar Pedang Terhebat

tanya Vivi. "I-itu...," Hayabusa menjawab dengan rasa ragu. "Roar...! Roar...!" Ternyata ada satu lagi harimau yang muncul. Harimau ini ukurannya dua kali lipat dari harimau gunung dewasa biasa yang muncul pertama tadi. Harimau itu muncul dan langsung meraung dengan kuat. Suaranya raungannya membuat tubuh Hayabusa merinding. Ruangan itu terdengar sangat keras.
934.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 755 kali sebagai harimau bayang
Baca
+Pustaka
MASTER ALKEMIS

MASTER ALKEMIS

Aura Benih Iblis menyembur keluar, menekan mental harimau itu hingga gemetar. Setelah meronta beberapa kali, harimau itu akhirnya menyerah dan berhenti bergerak. “Houuu!” Babi perang bermata merah di bawah berteriak gembira, seolah-olah mengatakan bahwa mereka berhasil menang bersama. “Terbang ke tengah danau!” Qin Fan memerintahkan dengan tegas. Harimau itu awalnya menolak, namun aura Benih Iblis membuatnya tidak berani melawan.
9.962.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai harimau bayang
Baca
+Pustaka
Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

Bayi Bungkus (Aku Terlahir dengan Mata Batin) (INDONESIA)

Apa yang terjadi? Sri sudah beranjak lebih dulu dari tempat duduknya. Pun dengan semua pembeli Mia. Suara itu berasal dari Diah. Wanita itu menjerit histeris dalam dekapan Mia. Pergelangan tangannya mengepal kuat. Selain berteriak, dia mengeram. Matanya membeliak. Tiara yang ikut dalam kerumunan itu, tak hanya melihat Diah mengaum, berteriak, atau sesekali mencakar-cakar tak jelas. Dia melihat seekor harimau berukuran besar. Harimau kuning. Jenis harimau yang biasa dia lihat di televisi bahkan kebun binatang. Gradasi warna bulunya terang. Wajahnya kejam dan mengancam. Anehnya, tak seperti harimau kebanyakan, mata harimau tersebut berwarna merah menyala. Tiara sempat memekik dan terhuyung mun
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 238 kali sebagai harimau bayang
Baca
+Pustaka
Kode Prosa Aisha

Kode Prosa Aisha

Ia sama terkesimanya sebagaimana Recha dan Diksa. Recha segera beralih perhatian pada ponselnya. “Kak!” menunjukkan tampilan layarnya kepada Filan, “Harimau bersentaja jarum tombak.” Filan mengamati sebingkai gambar udang dengan corak bergaris belang. “Ya. Keterkaitannya cukup besar,” merasa yakin. “Apa tadi nama ilmiahnya?” tanya Diksa kepada Aris.
9.82.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai harimau bayang
Baca
+Pustaka
Bayang-bayang Kematian

Bayang-bayang Kematian

"Kau terpilih, Alex. Bayang-bayang kematian yang terukir di dahimu adalah tanda bahwa hidupmu telah dihitung. Setiap orang memiliki takdirnya masing-masing, dan kau... kau akan menjadi seorang pemburu." "Pemburu?" Alex terdiam, memproses kata-kata itu. "Pemburu apa?" "Pemburu bayang-bayang kematian. Kekuatan yang akan kau pelajari di sini adalah kemampuan untuk melihat bayang-bayang yang menandakan akhir hidup seseorang. Kekuatan itu ada di dalam dirimu, tapi kau harus belajar mengendalikannya. Bayang-bayang itu bukanlah hal yang harus ditakuti, tetapi hal yang perlu diburu."
856 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai harimau bayang
Baca
+Pustaka
Bayang-Bayang Yang Terlambat

Bayang-Bayang Yang Terlambat

Kenapa dirinya harus minta maaf? Tiba-tiba, sosok bayangan hitam menerobos ke arah Tasya dan Mega. Orang itu membuka botol di tangannya dan menyiramkan isinya ke wajah mereka, sambil memaki marah, “Jenazah Pak Ruben bahkan belum membusuk, kalian sudah bersenang-senang! Biar kuhancurkan wajah kalian demi membalas dendamnya!” Isi botol itu adalah asam sulfat!
9.460.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai harimau bayang
Baca
+Pustaka
Bayangan Kelam

Bayangan Kelam

"Legenda apa? Tolong, ceritakan padaku." Pria tua itu mengangguk pelan, lalu mengambil tempat duduk di samping Anisa. "Legenda itu menceritakan tentang seorang pria yang dikenal sebagai 'Bayang Kegelapan.' Konon, pria ini memiliki kemampuan untuk memanipulasi orang-orang di sekitarnya, mengendalikan pikiran dan perasaan mereka. Dia bisa memikat siapa pun yang dia inginkan, menjebak mereka dalam jaringnya tanpa mereka sadari." "Bayang Kegelapan?" Anisa mengulanginya dengan suara pelan, merasa ngeri dengan sebutan itu. "Apakah ini hanya dongeng, atau ada kebenaran di baliknya?"
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai harimau bayang
Baca
+Pustaka
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

Meski tubuhnya mulai mencapai batasnya dan setiap serangan akan menimbulkan rasa sakit, tetapi Surya Yudha tetap melakukannya. Jerih payahnya tidak sia-sia, satu persatu anggota Harimau Bayangan jatuh tersungkur, membuat formasi harimau bayang menjadi formasi yang tidak lengkap. Hanya dalam beberapa tarikan napas saja, seluruh anggota harimau bayangan sudah habis, tidak ada satu pun yang tersisa. Mereka semua mati di tangan Surya Yudha.
928.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 679 kali sebagai harimau bayang
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Baca Semua Ulasan
LEGENDA KAMESWARA

LEGENDA KAMESWARA

"Akulah Harimau Dewa, sekarang aku akan menitis ke dalam ragamu agar kau bisa melihat siapa aku di masa lalu dan juga bisa menguasai kitab yang ada di pangkuanmu itu!" Tanpa menunggu jawaban dari Sutajaya, harimau belang keemasan ini bergerak mendekat. Murid Ki Maung Hideung melihat si harimau menembus tubuhnya. Berbalik lalu duduk tepat di tempatnya. Ternyata sosok hewan ini berupa bayangan sehingga bisa menembus tubuh Sutajaya. Kemudian secara perlahan sosoknya memudar masuk seluruhnya ke dalam raga Pendekar Cakar Sakti.
1018.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 649 kali sebagai harimau bayang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status