Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hello to Papa

Hello to Papa

tanya Bella. "Bukan, ini cafe kecil milik kakek." Kata sang kakek, "nah, nak Bella, masuk dulu." Bella tersentak, "K,kakek tahu nama saya?" mereka pun masuk ke dalam cafe. "Dari awal minta maaf kamu mengatakan Bella, Bella, Bella. Kakek pikir itu namamu." "Iya benar kakek, itu nama Bella. Wah kakek hebat juga ya." Puji Bella.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as hello dear ancestors
Read
+Library
Hello, Papa!

Hello, Papa!

Jay mengusap nisan milik Rissa lalu menciumnya. Hanya nisan ini yang bisa Jay peluk dan cium, karena Rissa sudah pergi meninggalkannya sejak Jay baru lahir. Jay menangis di atas makam Rissa, menumpahkan rasa rindunya yang tidak akan pernah terbalas oleh sang ibu. Niko memalingkan wajahnya dan menyeka sudut matanya, Niko juga ikut merasa sedih saat melihat tangisan Jay yang begitu pilu. Niko juga merasakan hal yang sama dengan Jay saat ini, merindukan mendiang ibunya yang sudah tidak akan pernah ia lihat lagi untuk selamanya. Dua lelaki malang itu harus besar tanpa kasih sayang seorang ibu, yang satu di tinggal saat masih bayi dan yang satunya lagi ditinggal karena sang ayah merenggut paksa n
1017.7K viewsCompletedAdded to Library 459 Times as hello dear ancestors
Read
+Library
DIA AYAHKU

DIA AYAHKU

Apa hal itu hanya ada di sinetron dan drama Korea saja? "Dulu saat kau kecil, Unde pernah menggendong mu," ucap Unde Tiwi, adik bungsu perempuan Ayah. Eh tunggu, masih ada adik Ayah yang lebih muda. "Apa setelah Ayah melahirkan, Nenek melahirkan lagi, Nde?" tanyaku penasaran. Unde tertawa. "Maksudmu Harun?" "Harun? Namanya Harun?"
1026.2K viewsCompletedAdded to Library 681 Times as hello dear ancestors
Read
+Library
Anneth

Anneth

"Tidak ada dan tidak perlu. Aku tak pernah mengenalmu, tiba - tiba kau hadir dan kau juga yang mengacaukannya. Kita tak pernah saling mengenal sebelum ini. Aku bahkan tidak pernah tahu siapa namamu tapi aku sangat berterima kasih karena kau telah banyak membantuku." "Devaro.", ujar pria misterius itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Anneth. "Apa ?" "Iya, perkenalkan namaku Devaro. Sekarang kita sudah saling mengenal, bukan ? Ayo cepat naik, aku akan mentraktirmu malam ini sebagai permintaan maafku." "Tidak perlu, aku akan pulang sekarang." "Kau sangat keras kepala. Lihat sudah gerimis sebentar lagi akan turun hujan, cepatlah naik."
3.5K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as hello dear ancestors
Read
+Library
Dear, Ruby ...

Dear, Ruby ...

Dasar gila. "Selalu pujian yang sama. Well, fuck yourself you idiot!" • • • • To be continued,
2.1K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as hello dear ancestors
Read
+Library
Hello, Nanny!

Hello, Nanny!

“Hello, my boy!” Dari dapur Kalla mendengar suara renyah seorang perempuan. Jujur dia penasaran dengan Mama Ki yang sering Kael sebut itu. Suaranya merdu, tapi tidak berlebihan. Pasti wajahnya juga cantik. “Mama Ki, aku kangen,” ujar Kael yang juga bisa Kalla dengar. “Apalagi mama, Kael. Mama juga kangen banget sama kamu. Kamu baru bangun tidur ya?”
1086.1K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as hello dear ancestors
Show Reviews (34)
Read
+Library
Eliyen Author
Bab-bab awalnya nendang banget! Komedinya lucu. Ceritanya warming buat heart-heart yang sedang galau sama hidup. Ini novel recommended banget dibaca sebelum kerja, istirahat kerja, pulang kerja, sebelum tidur. Interaksi Reyga-Kael-Kalla bikin senyum-senyum terus. ,,,^^
Yoshi Dwi Ramadani
hai kak beb, br baca cerita ini gegara liat chap terakhir ceritamu di hello, husband. semoga aku bisa nyelesain ini, penasaran Ama cerita Kalla n om Reyga hehe... awal chapter aja udah menarik hati,, semangat berkarya terus kak beb...<3
Read All Reviews
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status