Istri Gila Pak Dokter
tanyanya polos, suara kecilnya nyaris tenggelam oleh gemericik air sungai.
Nomor 190 melepas genggaman tangannya dengan perlahan. Senyum tipis itu masih bertahan, tapi ada getir yang samar terlihat. "Benar juga... kau anak baru. Pasti tidak mengerti." Ia kemudian membungkuk kembali, meraih pasir dengan gerakan terbiasa, nampan di tangannya bergerak cepat menyaring butiran emas. "Ayo lanjutkan bekerja! Aku akan menceritakan kenapa aku mendapatkan nama ini."
Eryas menurut. Ia ikut membungkuk, tangan kecilnya bergerak menyaring pasir. Namun hatinya dipenuhi rasa penasaran yang semakin besar.