Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Perfect Partner

Perfect Partner

“Bukankah aku sangat menyebalkan?” Bian menyeringai ketika menatap Flavia. Flavia melirik malas. “Jika sudah tahu, kenapa bertanya?” Dia menyeringai. Flavia membakar daging. Dia mengabaikan Bian dan fokus dengan apa yang dilakukannya. Bian hanya tersenyum ketika melihat reaksi Flavia. “Medium well.” Bian mengatakan seberapa tingkat kematangan steak yang diinginkannya.
1017.5K viewsCompletedAdded to Library 473 Times as here's your perfect
Read
+Library
Tes

Tes

Aura Lika 12268
Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.3K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as here's your perfect
Read
+Library
Pernikahanku yang Sempurna

Pernikahanku yang Sempurna

Terlebih pesan terakhir yang masuk dari salah satu di antara mereka. [Kayanya udah keliatan siapa yang bakal menang taruhan.] “Kenapa kamu selalu bisa mendapat apa yang kamu inginkan? Kenapa kamu selalu mendapat pujian? Kenapa selalu kamu, bukan aku!” Wanita itu tak bisa menahan amarahnya. Dia melemparkan ponsel dengan keras hingga membentur tembok kamar. Namun, hal itu saja tak sedikit pun membuat kekesalannya mereda.
828 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as here's your perfect
Read
+Library
YOU

YOU

Sepeninggal orang kepercayaannya, pria itu bergumam sendiri sembari mengelus photo usang berisi wanita cantik lengkap dengan seragam putih abu-abu. "Kau memang wanita hebat sayang, berkat mu aku kembali bertemu dengan penerus tunggal Charles Kingston. Sayang sekali, aku tidak akan kalah kali ini, karena kau hanya milikku, dulu, sekarang ataupun selamanya. Manfaatkan waktumu dengan baik bersama Kingston, sebelum nanti aku menjemputmu kembali ke sisi ku." seketika keheningan ruangan itu terpecah oleh gema tawa yang mengerikan.
9.911.0K viewsCompletedAdded to Library 242 Times as here's your perfect
Read
+Library
Unperfect Husband

Unperfect Husband

Dekorasinya tampak berkelas dengan menonjolkan kesan mewah nan glamor. “Ada yang bisa kubantu, Tuan?” tanya pria itu sembari membungkuk hormat. “Aku ingin menjual MiracleWatch ini,” ujar Jeremy seraya menyodorkan benda yang dimaksud. “Aku harap aku bisa mendapat penawaran yang tinggi.” “Baik, kami akan melakukan periksaan lebih dahulu pada jam ini untuk memastikan keasliannya,” kata pria itu, “setidaknya akan membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit.”
1047.4K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as here's your perfect
Read
+Library
Perfect Partner in Life

Perfect Partner in Life

“ Ngapain lo ke sini?” “ Melindungi diri dari sinar matahari, di sini lebih adem soalnya.” Keanu tersenyum geli melihat Haidar yang mendengus kesal. “ Cari jodoh gih. Gimana kek. Pake aplikasi dating kek atau cari dimana gitu.”
109.2K viewsCompletedAdded to Library 369 Times as here's your perfect
Read
+Library
Perfect You

Perfect You

ucap Freya. “Tidak, kau tidak pernah menuntut apapun dariku. Tapi..” gumam David. “Katakan apa yang kau takutkan”, ucap Freya dengan lembut. “Menurutmu apa aku ini cukup sempurna untukmu?” tanya David. Freya semakin bingung dengan ucapan pria itu. “Kau ini bicara apa?” tanya Freya. “Bukankah manusia tidak ada yang sempurna kan? Dan harusnya manusia tidak dituntut jadi sempurna?” ucap David.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 178 Times as here's your perfect
Read
+Library
PERFECT HUSBAND

PERFECT HUSBAND

“Ya kamu benaar Zura, papa perfect husbandya mamah,’’ucapku, dua wanita itu tertawa renyah, hingga Zurra beranjak kebawah menemui Azzam. Kembali aku menoleh pada Ina dengan senyum hangat. “Ayo sayang, aku dah siapin sarapan, ayo turun.’’ujarnya aku berdiri dan membawa pinggangnya mendekat padaku, sedikit Ina terkejut dengan membulatkan mata, “Coba katakan lagi tadi kamu ngomong apa?”tanyaku sejenak Ina berfikir. “Yang mana?’’ “Yang barusan?”ucapku lagi. Dia tersenyum simpul dan berkata. “Oh itu , papa perfect husbandnya mama.”singkatnya, aku tersenyum manis dan sedikit memencet hidungnya. “Gombalnya kebangetan.’’guyonku dengan gemes, Ina terkekeh dan berkata.
1020.2K viewsOngoingAdded to Library 806 Times as here's your perfect
Read
+Library
PREV
1234568
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status