Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pak Paul, Menikahlah Denganku!

Pak Paul, Menikahlah Denganku!

Selama tujuh tahun bersama, Felix Darsuki semakin hari semakin dingin ke Tamara Sentosa. Semakin nggak sabar, semakin acuh, bahkan terlalu dekat dengan adik angkatnya sendiri, manjakan dia tanpa batas. Sementara Tamara, karena nggak sanggup lepaskan perasaan yang telah bertahun-tahun terjalin, pilih untuk terus maafkan dia. Sekali dan sekali lagi. Sampai suatu hari ia jatuh sakit, tersiksa hampir mati. Saat terbangun, yang sambut dia cuma kamar kosong yang sunyi dan dingin. Lagi-lagi, ia pergi jaga adik angkatnya yang “lemah”. Saat itu, Tamara tiba-tiba merasa semuanya terasa begitu hambar. Nggak ada lagi yang pantas dipertahankan. Tamara telepon pria yang dijodohkan dengannya, dan terima lamaran pernikahannya. Lalu ia tinggalkan sepucuk surat perpisahan, berbalik pergi tanpa menoleh, kembali jadi Nona Besar Keluarga Sentosa. Felix nggak percaya Tamara benar-benar akan tinggalkan dia. Ia yakin, nggak sampai beberapa hari, wanita itu pasti kembali mohon untuk balikan. Namun satu minggu berlalu … dua minggu … sebulan penuh … dan Tamara nggak pernah muncul. Baru saat itu ia panik. Kemudian, dalam sebuah jamuan mewah, Tamara yang dulu diremehkan Keluarga Darsuki dan para sahabatnya, muncul dengan balutan gaun anggun, memukau seluruh ruangan. Kini ia adalah Nona Besar Keluarga Sentosa yang nggak bisa dijangkau siapa pun lagi, dan istri dari Paul Kurniawan yang berkuasa di Kota Beswona. Felix lihat Tamara jalan berpasangan dengan pria lain, matanya memerah karena emosi. “Tamara, sini!” Paul langsung rangkul pinggang ramping Tamara dengan mesra, tersenyum tipis penuh peringatan. “Pak Felix, tolong jaga cara kamu panggil istriku.” Harta yang sudah lama ia idamkan akhirnya jadi miliknya. Dan jika pria itu masih berani ulurkan tangan, ia nggak akan ragu untuk patahkan itu!
Romansa
32 viewsOngoing
Read
Add to library
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, pengantinnya malah bukan aku. Upacara yang sudah kutunggu selama lima tahun berubah menjadi lelucon ketika Valentina, adik perempuanku, melangkah menyusuri lorong marmer dengan gaun pengantin putih. Lengannya melingkar di lengan Luca, pria yang seharusnya berdiri menungguku di altar. "Maafkan aku, Bianca," kata Valentina pelan. "Tapi hari ini kamu bukan lagi pengantinnya." Kemudian, dia menyentuh perutnya, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aku hamil anak Luca." Kata-katanya meledak di dalam kepalaku dan seluruh duniaku seolah-olah mendadak sunyi. Seakan-akan takut aku tak akan memercayainya, dia mengangkat sesuatu yang mengilap ke arah cahaya. Gambar USG hitam putih. Tertulis jelas, usia kehamilan 12 minggu. Mataku terasa panas dan perih. Dengan mata berkaca-kaca, aku menoleh ke arah Luca, mati-matian mencari apa pun. Penyangkalan, penjelasan, ataupun penyesalan. Namun, dia hanya menghela napas, lelah dan pasrah. "Bianca, aku minta maaf," katanya tak berdaya. "Valentina nggak punya banyak waktu lagi. Pernikahan ini ... adalah permintaan terakhirnya." "Aku akan menebusnya," tambahnya. "Kita bisa mengadakan pernikahan lain nanti." Ayahku, Moretti, berdiri di belakangnya dengan ekspresi dingin yang sama seperti yang selalu dia tunjukkan sepanjang hidupku. Aku tak pernah melihatnya tersenyum kepadaku, bahkan sekali pun. "Bianca," katanya tajam. "Adikmu sekarat. Biarkan dia yang menikah hari ini." Kakak laki-lakiku mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun, seolah-olah itu sudah cukup sebagai jawaban yang tegas. Sepanjang hidupku, mereka selalu memilih dia. Air matanya, keinginannya, kebutuhannya, semuanya lebih penting daripada aku. Hari ini pun tidak berbeda. Sesuatu di dalam diriku ada yang retak. Baiklah. Jika tak ada seorang pun di keluarga ini yang peduli padaku, aku akan pergi.
Short Story · Mafia
6.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Transformasi Sang Tuan Putri

Transformasi Sang Tuan Putri

Ini adalah event penting bagi Lusiana. Semua orang bertepuk tangan dan mengambil gambar. Dia menerima buket bunga mawar dari seorang penggemar, dengan anggun berjalan di atas karpet merah, bibirnya mengukir senyum menawan. Ketika dia berjalan dan mencium aroma mawar dari penggemarnya tiba-tiba kepalanya terasa berputar. Lusiana melihat wajah orang itu dan sosok itu sudah pergi dari kerumunan dengan senyum aneh di bibirnya. "Apa yang terjadi padaku? Kepalaku sakit sekali!" Lusiana merasa pandangan matanya menjadi gelap, dia tidak bisa melihat apa-apa dan tubuhnya jatuh di atas karpet merah. Secara ajaib tubuhnya menghilang, dia dilupakan dan seperti tidak pernah ada di dunia modern. *** Di zaman kuno, seorang putri raja sedang sekarat meregang nyawa, tubuhnya sudah membiru, kedua matanya cekung dan lehernya bengkak. "Lebih baik aku mati, dengan begini aku tidak perlu mendengar orang-orang menghinaku, pria yang satu-satunya aku percaya juga berkhianat, dia memilih adikku sendiri, aku tidak akan melihatnya lagi setelah malam ini!" Semua tabib sudah dipanggil untuk mengobatinya tapi hasilnya nihil. Nyawanya sudah di ujung tanduk. Lusiana sang putri mati dan setelah dua puluh menit dinyatakan meninggal dunia tiba-tiba napasnya kembali. Sang putri bangun dan duduk di atas ranjangnya. Semua orang kaget dan mengira Lusiana adalah hantu. Lusiana sang tuan putri menjadi sangat berbeda setelah meminum racun, dia menjadi sosok yang dingin dan acuh. "Aku hidup kembali untuk membalas dendam! Aku bukan lagi Lusiana sang putri gendut yang lemah dan tidak bisa apa-apa! Aku adalah Lusiana sang artis terkenal dan bermartabat! Hahahaha!" Mendengar tawa kerasnya dan ucapannya, semua orang berpikir Tuan putri sudah tidak waras, tapi semua tindakannya di masa mendatang sangat menakjubkan! ✨ Perjalanan seorang putri dalam menemukan versi terbaik dirinya, baik dari segi karakter, kedewasaan, maupun kekuatannya.
Historical
86 viewsOngoing
Read
Add to library
TERJEBAK PERNIKAHAN KONTRAK

TERJEBAK PERNIKAHAN KONTRAK

Hari itu, ia baru saja menerima ijazah SMA-nya. Seharusnya ini menjadi momen bahagia, namun kenyataan hidupnya tak seindah itu. Ayahnya, seorang satpam di sebuah perusahaan besar, tiba-tiba terjerat hutang dari pinjaman online. Semua ini karena biaya ujian sekolahnya yang begitu mahal. Kini, keluarga mereka tenggelam dalam krisis keuangan, dan Luna merasa bersalah. “Ayah sudah terlalu banyak berkorban untukku,” gumam Luna pelan. “Aku harus melakukan sesuatu.” Ia memandang jauh ke depan, mencari solusi di tengah kebuntuan. Pikirannya berputar, dan satu ide terlintas: mencari pekerjaan. Luna tahu, hanya dengan bekerja ia bisa membantu ayahnya melunasi hutang-hutang itu. Tapi bagaimana? Di kota kecil tempat tinggalnya, lowongan pekerjaan sangat sedikit, apalagi bagi lulusan SMA tanpa pengalaman. Keputusannya bulat. Esok harinya, Luna bersiap untuk mencari pekerjaan di perusahaan besar tempat ayahnya bekerja. Meskipun ayahnya tidak tahu rencananya, Luna yakin ini adalah cara terbaik untuk membantu keluarganya. --- Luna berdiri di depan gedung perusahaan besar yang selama ini hanya ia lihat dari luar. Dengan mengenakan pakaian terbaik yang ia miliki—meskipun sederhana, ia berusaha tampil percaya diri. Hari itu, ia dijadwalkan untuk wawancara sebagai asisten administrasi. Langkah kakinya membawa Luna memasuki lobi besar perusahaan, matanya sibuk menjelajahi setiap sudut ruangan. Semuanya terasa begitu mewah, jauh dari kehidupannya sehari-hari. Jantungnya berdegup kencang, antara gugup dan semangat bercampur jadi satu. Dan dari sinilah semua kisahnya bermula bertemu laki-laki yang ternyata kakak kelasnya di SMA bernama KIM DAEHAN. Daehan menawarkan nikah kontrak dengan Luna meski mereka tetap melakukan ijab kabul secara sah, namun Daehan membuat kesepakatan dengan Luna pernikahan mereka hanya sampai 6 bulan . namun saat menjelang perpisahan Daehan tak mau berpisah dengan Luna. Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Romansa
1.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Red Shoes Murderer

Red Shoes Murderer

Cathalea
Kota Manhattan gempar. Di musim semi yang cerah, mayat seorang gadis ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Tangan dan kakinya terikat, sepasang kakinya yang dibungkus sepatu berwarna merah hancur tak berbentuk menyisakan tulang kaki yang remuk. Tak terbayangkan betapa besar rasa dendam yang dimiliki pelaku terhadap korban hingga ia berbuat sebrutal itu. Sebuah misteri terpahat di tungkai yang tersisa, berupa angka tiga yang dibuat dari darah. Tidak ada yang bisa mengerti makna angka yang tertulis itu. Apakah korban ke-3? Atau ... tanggal pelaku membunuh korban? Atau ... sebuah isyarat akan ada korban berikutnya dalam waktu tiga hari? Kent Bigael, detektif dari unit pembunuhan langsung turun ke TKP. Pria yang terkenal temperamental itu tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya. Dalam 20 tahun karirnya sebagai polisi, baru kali ini ia melihat korban dengan kondisi begitu. Korban yang dibakar ada, yang tusuk dan dimutilasi pun banyak. Namun, korban dengan kaki remuk baru kali ini ia temukan. Bersama partnernya, detektif Joey, Kent berusaha menemukan pelaku. Ia mengumpulkan bukti-bukti lalu menyusuri satu persatu jejak yang ditinggalkan korban. Namun, baru saja memasuki hari ke tiga, korban yang lain kembali ditemukan. Ciri-cirinya persis sama. Kent terdiam, udara di sekitarnya terasa membeku. Ia sadar saat ini sedang berhadapan dengan seorang psycho, pembunuh berantai yang saat ini sedang melakukan permainan yang menantang penegak hukum kota Manhattan bermain adu tangkas. Lewat sikap brutal yang ia tujukan pada pemakai sepatu merah, ia ingin menunjukkan bahwa gaya hidupmu bisa membawamu pada kematian. Lewat angka-angka yang terukir ia berkata, jika kalian pintar temukanlah aku dalam waktu yang kutuliskan. Ada apa dengan sepatu merah? Mengapa pelaku hanya mengincar korban yang memakai sepatu merah?
Thriller
106.6K viewsOngoing
Read
Add to library
The Anaxtra : Petualangan di Pulau yang Hilang

The Anaxtra : Petualangan di Pulau yang Hilang

Habbi Fillah
Cerita ini berkisah tentang kehidupan di tahun 3000. Semburan lumpur Lapindo hampir menenggelamkan pulau Jawa bagian timur. Ditambah kemunculan planet Nibiru yang memancarkan gelombang partikel energi plasma menimbulkan perubahan besar pada struktur aliran inti bumi. Peningkatan kegiatan seismik dan volkanik memicu peningkatan aktifitas gunung berapi. Indonesia yang berada di wilayah cincin api pasifik, menerima imbas besar terutama pulau Jawa. Secara beruntun letusan gunung berapi menenggelamkan setengah dari pulau Jawa bagian barat. Pulau Jawa hanya tersisa hamparan tanah gersang dari sisa-sisa luapan lumpur Lapindo dan debu vulkanik letusan gunung berapi. Peradaban lama telah musnah, kehidupan baru pun tercipta. Sludge City, sebuah kota yang berdiri diatas dataran tandus itu. Dimana air bersih dan oksigen menjadi sesuatu yang sangat berharga. Lord Zack memimpin Sludge City dengan memonopoli sumber alam yang menjadi sumber kehidupan penduduk Sludge City. Sementara jauh dari pusat kota Slude City, terpisah oleh ratusan kilometer tanah gersang dan tandus, ada sebuah tempat tersembunyi di dasar lembah dari pegunungan Dieng. Sangat kontras dengan keadaaan Sludge City, Lembah Dieng merupakan tempat dengan sumber air bersih dan oksigen yang melimpah, hutan dan pepohonan yang masih rimbun, membuat Lembah Dieng begitu hijau jika di lihat dari langit. Struktur tanah yang berada di dasar lembah dan dikelilingi perbukitan dan bebatuan membuat lembah Dieng aman, sekaligus terisolasi dari dunia luar. Anaxtra lahir dan tumbuh dewasa di lembah itu, hampir setiap sudut lembah tak pernah luput dari pijakan kakinya. Lembah itu terasa sempit baginya. "Ada dunia seperti apa di balik dinding batu yang menjulang tinggi yang membatasi geraknya?" Pikirnya setiap kali pandangannya terbentur pada tembok raksasa di depannya. Dan petualangannya pun dimulai ketika suatu hari Anaxtra berhasil naik keluar dari dalam Tebing Dieng.
Fantasi
1013.5K viewsCompleted
Read
Add to library
TO GET HER

TO GET HER

WARNING!!! 18+++ Pastikan usia kalian sudah dewasa untuk membaca cerita ini! “Kalau aku tertarik padamu, apa kau akan membuka hatimu untukku?” Aneesa membalas tatapan Marcello yang menatapnya dengan lembut, tetapi sangat serius. Seperti bukan Marcello yang dikenalnya, tetapi kemudian tertawa pelan lalu meneguk Bacardi dan menatap Marcello dengan geli. “Jawaban bodoh macam apa? Kau sudah punya gadis yang kau incar, dan aku pasti bukan tipemu, kan?” katanya sembari melepaskan lengannya dan berbalik. Namun, Marcello menarik siku Aneesa kemudian lengannya melingkar di pinggang gadis itu dan hanya dalam hitungan detik bibir Marcello telah berada di bibir Aneesa. Aroma Bacardi yang kuat segera memenuhi penciuman Marcello, begitu pula rasanya—hangat, namun sedikit manis dan membakar di tenggorokan seperti campuran amarah, gengsi, dan sesuatu yang tak bisa dikendalikan. Aneesa terpaku, tubuhnya menegang di antara lengan Marcello yang menahannya agar tidak beranjak. Untuk sesaat dunia di sekeliling mereka seolah lenyap, hanya ada degup jantungnya yang terpacu cepat di dada, berpadu dengan napas Marcello yang terasa di kulitnya. Sentuhan lembut bibir Marcello di bibirnya bak ribuan bujuk rayu yang terus mendesaknya dan Aneesa pun perlahan membuka bibirnya. Menyerah dan membiarkan Marcello mencumbuinya kemudian perlahan membalas ciuman Marcello. Aneesa mengerang, tubuhnya merapat pada Marcello, dan sesuatu yang menyiksa bergelung di bawah perutnya. Namun, akal sehatnya menghampiri membuatnya tersadar jika seharusnya tetap pada batasan dan tidak melewatinya. Ada begitu banyak suara di kepala Aneesa, sangat berisik membuat Aneesa memilih memejamkan matanya lagi. Namun, Marcello justru kembali menciumnya. Kali ini lebih lembut, tidak begitu memaksa dan membuat Aneesa ingin menangis karena meskipun menyadari ada batasan yang seharusnya tidak dilewati nyatanya tubuhnya seperti kehilangan kontrol dan sepenuhnya mendambakan sentuhan Marcello.
Young Adult
107.6K viewsOngoing
Read
Add to library
Bukan Bonekamu Lagi

Bukan Bonekamu Lagi

Malam ketika Adriel diangkat menjadi bos Keluarga Mahendra, aku memberinya keperawananku. Dia adalah pewaris yang sudah dijodohkan denganku bahkan sebelum aku bisa bicara. Kami berciuman di depan jendela besar yang menjulang dari lantai sampai langit-langit, tubuh kami saling terjerat dalam panas lembap senja itu. Sentuhannya yang kasar dan tergesa-gesa membuatku sakit, tapi aku tidak menjauh. Bahkan rasa sakit itu terasa suci, seperti pengorbanan yang rela aku lakukan demi cinta. Tenggelam dalam panasnya momen itu, dia berjanji akan memberiku sepasang sepatu kristal paling indah, supaya aku bisa berdansa waltz pembuka bersamanya di upacara penobatannya keesokan hari. Tarian pertama selalu dipersembahkan untuk bos baru dan calon pengantinnya. Aku menangis bahagia, yakin bahwa tahun-tahun penantian diam-diamku akhirnya akan berakhir seperti dongeng. Tapi aku salah. Teramat salah. Keesokan paginya, aku memaksa tubuhku yang masih nyeri untuk keluar membeli ekspresso kesukaannya. Saat aku kembali, aku mendengar para lelaki bercanda. "Jadi kamu akhirnya tidur dengannya? Bagaimana rasanya bersama Vivian di malam pertamamu sebagai bos?" Suara Adriel terdengar malas penuh ejekan. "Wajahnya seperti malaikat, tubuhnya seperti iblis. Di ranjang, dia benar-benar seperti ular kecil yang menggoda." Ruangan itu langsung riuh oleh siulan-siulan genit. "Jadi, kamu benar-benar akan menikahinya, Bos Muda?" "Serius kamu pikir begitu?" Adriel mencibir. "Vivian cuma pemanasan. Setelah aku cukup berlatih, aku akan menaklukkan si putri es Keluarga Santoso. Kalau nanti aku bosan, aku selalu bisa kembali padanya dan menikahinya." Aku berdiri terpaku di ambang pintu, pandanganku mulai kabur, cangkir kopi di tanganku bergetar. Sebelum dunia gelap di mataku, aku sempat mengirim pesan sandi untuk Bos Indra Wijaya. [Om Indra, untuk promosi yang akan berlangsung tiga hari lagi, tolong pindahkan aku. Sejauh mungkin dari Adriel.]
Short Story · Mafia
10.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Belenggu Membara Sang Penguasa

Belenggu Membara Sang Penguasa

Livia dan Raka saling membenci sejak awal. Bagi Livia, Raka adalah pria yang membunuh ayahnya. Sedangkan bagi Raka, Livia hanyalah kelemahan berbahaya yang bisa menghancurkan kekuasaannya. Namun takdir memaksa mereka berada di bawah atap yang sama, bukan sebagai pasangan, melainkan sebagai tawanan dan pemilik. Tujuan hidup mereka berlawanan. Livia ingin bertahan hidup sambil menunggu kesempatan membalas dendam. Sementara Raka ingin menjaga Livia tetap hidup demi rahasia besar yang ia bawa, sekaligus menjadikannya umpan untuk musuh-musuhnya. Karena ancaman dari dunia luar, Raka menetapkan satu keputusan mutlak bahwa Livia harus tinggal di bawah perlindungannya selama waktu tertentu, mengikuti semua aturannya, dan tidak pernah keluar dari jangkauan pengawasannya. Selama hidup bersama, konflik tak terhindarkan. Pertengkaran, kebencian, dan ketegangan terus terjadi. Namun di balik itu, Livia mulai melihat sisi Raka yang tidak ia duga, berupa perlindungan tanpa pamrih, kemarahan yang muncul karena takut kehilangan, dan kesetiaan mematikan pada orang yang ia anggap miliknya. Tanpa disadari, kebencian mereka mulai goyah. Kehadiran satu sama lain menjadi candu yang berbahaya. Livia membenci dirinya sendiri karena merasa aman di sisi musuhnya, sementara Raka kehilangan kendali karena mulai mencintai wanita yang seharusnya hanya ia manfaatkan. Ketika kebenaran tentang kematian ayah Livia terungkap, perjanjian perlindungan itu harus berakhir. Livia diberi pilihan untuk pergi dan bebas. Raka dipaksa melepaskan satu-satunya hal yang mampu meluluhkan hatinya. Namun saat mereka berpisah dan menjalani hidup masing-masing, satu hal menjadi jelas, bahwa Dunia tanpa satu sama lain terasa jauh lebih kejam. Di tengah perang terakhir dan ancaman kematian, mereka memilih untuk saling mengejar... bukan sebagai musuh, bukan sebagai pemilik dan tawanan, melainkan sebagai dua orang yang memilih untuk tetap bersama, meski dunia menentang. Karena bagi mereka, cinta yang lahir dari kebencian mungkin berbahaya, akan tetapi kehilangannya jauh lebih mematikan.
Mafia
160 viewsOngoing
Read
Add to library
Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz

Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz

Malam ini adalah malam tahun baru, saat semua orang merayakan pergantian tahun, 2019 ke 2020. Namun di laut lepas, sekitar lima puluh kilometer dari pusat kota Metropolis, sebuah kapal nelayan kecil terombang-ambing di tengah badai dahsyat. Perahu kecil milik Norman Ferdian terangkat tinggi, dihantam gelombang hingga terbalik. Di atasnya ada dirinya dan putranya yang baru berusia empat belas tahun. Dua hari sebelumnya mereka berlayar menangkap ikan, berharap kembali tepat waktu untuk merayakan tahun baru, namun takdir berkata lain. Ketika Nathan tersadar, tubuhnya basah kuyup dan terasa berat. Ia terbaring di pasir dingin sebuah pantai asing. Di sampingnya terbujur kaku sosok ayahnya, Norman Ferdian. Tak lagi bernapas, tak lagi bergerak. Wajah Nathan memucat, tangannya gemetar memegang tubuh ayahnya. Tangisnya pecah, diiringi angin laut yang pekat. Di sekitar, ia melihat sebuah wilayah yang gelap, sunyi, liar, asing. Tidak ada tanda manusia, hanya ombak dan ranting patah dipukul angin. Ia tidak tahu di mana ia berada, dan ketidaktahuan itu membuatnya semakin takut. ... Lima tahun berlalu. Di lautan sekitar pulau terpencil itu, kapal nelayan perlahan mendekat. Asap tipis dari tengah pulau menarik perhatian mereka. Pulau itu dikenal sebagai pulau misterius yang berbahaya, katanya tidak berpenghuni, menyimpan banyak kisah orang hilang. Tiba-tiba seorang pemuda lusuh berlari menuruni bukit. Tubuhnya kurus namun berotot, pakaian compang-camping, rambut panjang dan janggut lebat, memegang busur sederhana. Ia menembakkan panah api ke tumpukan kayu kering, menyalakan api unggun besar sebagai sinyal bagi kapal. Para nelayan terkejut. Nathan menunjukkan kartu identitas ayahnya dan makam Norman di pinggir pantai. Mereka mengerti bocah ini bukan pembohong. Dengan hati berat, mereka mengajak Nathan naik kapal. Nathan menatap pulau itu, mata yang tidak lagi sama. Lima tahun di tempat ini bukan hanya membuatnya bertahan, tapi mengubahnya menjadi sesuatu yang berbeda. Apa yang sebenarnya terjadi pada Nathan? Bagaimana ia bisa bertahan selama lima tahun di pulau liar itu?
Fantasi
1.6K viewsOngoing
Read
Add to library
PREV
1
...
414243444546
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status