Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MADU SATU MERTUA

MADU SATU MERTUA

Itu sebabnya, Ibu sangat menyukainya. “Duduk, Ras. Maryam, kamu sedang apa?” teriak Bik Sum. Aku baru sadar, Maryam sedari tadi menghilang. “Lagi buat minum, Mak. Lagi siap-siap mau masak sayur lodeh sama sembel terasi kesukaan Mbak rasti,” teriak Maryam dari dala.
10201.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai ibu siti maryam
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
Shifa chibii
ceritany bagus,,kasihan Rasti,ditipu mertua dan suami yg g bisa tegas dan ngindungin anak istriny,,mending pergi aja ras,,soal harta mendiang ortu ntar dicari lagi jalanny buat ngrebut lagi,,dari pada bertahan tpi makan hati..
Lee Siuce
Izin promo ya Thor Mampir yuk gaaes di cerita ku "Cinta Segitiga Sang Pewaris" Ceritanya masih ongoing di jamin seru karena banyak ceritanya di bungkus dengan teka-teki yang susah ditebak ... Mampir yuk
Baca Semua Ulasan
I'm Sorry Laras

I'm Sorry Laras

“Saya sekarang tidak punya tempat tinggal. Hanya rumah ini yang tersisa, makanya saya mau tinggal di sini. Kebetulan tempat ini juga dekat dari tempat menghilangnya Indira, jadi saya lebih mudah mencarinya di sini.” Bu Maryam terdiam sejenak, matanya membelalak penuh kejutan mendengar cerita Laras. Namun, alih-alih menunjukkan simpati, wajahnya justru berubah penuh ejekan. Ia tertawa kecil, suara itu penuh hinaan yang menusuk hati Laras. “Laras, Laras… sungguh kasihan sekali nasibmu,” ucapnya, nada suaranya penuh sarkasme. “Tapi menurut Bibi, itu pantas kamu dapatkan karena selama ini kamu sombong, mentang-mentang sudah jadi orang kaya.”
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai ibu siti maryam
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah dengan Calon Mertua

Terpaksa Menikah dengan Calon Mertua

Wanita berparas ayu itu segera beranjak dari rengkuhan Sadewa, mengayunkan kaki menuju pintu ingin tahu siapa yang datang. “Ada tamu di luar, Nia. Nyariin suami kamu,” kata Maryam saat pintu sudah terbuka. “Siapa, Mam?” Sania balik bertanya. “Kurang tau. Orangnya tinggi besar dan kumisan.” “Oh, mungkin Bang Adit. Temannya Om Dewa.” “Ya sudah. Mama Cuma mau ngasih tau itu doang. Mama kembali ke depan nemenin Ayah.”
10410.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.5K kali sebagai ibu siti maryam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status