Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Halalkan Aku Saat Hilal

Halalkan Aku Saat Hilal

"Gak apa - apa Nak. Wa'alaikum salam, hati - hati dijalan." Farida dan Mazaya menatap punggung Maryam dan Putranya hingga mereka menghilang ditengah kerumunan orang - orang berlalu lalang didalam Pasar. "Denger - denger Putra Ustadzah Maryam seumuran Eran, tapi dia masih single." "Iya Bu, mana ganteng. Eh dia juga Ustad di Yayasan Al - Fattah lho Bu." Celetuk Mbok Darmi.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai ibu siti maryam
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Dicintai Suamiku

Wanita Yang Dicintai Suamiku

Sapa Diyara riang berlari menghampiri perempuan paruh baya itu. "Sayangnya nenek. Udah cantik, wangi lagi." Bu Maryam langsung membawa Diyara ke dalam dekapannya. "Ayo masuk!" Ajaknya lagi pada kami. Mbak Sita berjalan mengiring langkah Bu Maryam, sedang aku mengikuti langkah mereka dari belakang.
9.9343.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.6K kali sebagai ibu siti maryam
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Jesi Sanctuary
Wah bagus banget kak Bukunya, semangatt yaa Kak Rira!...️‍...... Izin promosi kak hihi buku-ku; "Pernikahan Dadakan dengan Mantan" Yuk ketemu dengan Rajendra dan Karuna—dua mantan dengan masa lalu yang belum benar-benar selesai!... Thank you so much, Kak! Sukses selaluu...🫶🏻
Baca Semua Ulasan
Mencintai Seorang Climber

Mencintai Seorang Climber

Walau Maryam tidak terlalu akrab dengan Silvi, Maryam juga tidak tega jika Silvi terluka secara fisik. Maryam melangkah meninggalkan homebase. Tidak kembali ke tempat kosnya, karena dirinya khawatir terlupa pada tujuannya memberi peringatan kepada Marco. Maryam memilih duduk di teras masjid. Lokasi masjid berada di bagian yang lebih tinggi daripada ruang-ruang kuliah. Dari teras masjid bisa terpantau situasi di sebagian besar area kampus.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai ibu siti maryam
Baca
+Pustaka
Suami Titipan

Suami Titipan

[Assalamu'alaikum, Aisyah, gimana kabarnya? [Alhamdulillah baik, kamu gimana?] Chating kami pun berlanjut, hingga Maryam menawariku untuk mengajar di sebuah pondok pesantren tempat dirinya mengajar. Itu adalah pesantren yang baru berjalan selama satu tahun, masih rintisan. Aku menimbang-nimbang tawaran Maryam. Sebenarnya aku juga sudah rindu dengan suasana pondok. Kuceritakan tawaran Maryam kepada Ummi dan Abi. Mereka menyerahkan keputusannya kepadaku. Baiklah, mungkin ini adalah jalan bagiku untuk memulai semuanya lagi.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai ibu siti maryam
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Istri yang Terbuang

Bangkitnya Istri yang Terbuang

"Eh ada Ustazah Maryam? MaaSyaAllah, bagaimana kabarnya?" Sarah yang baru saja kembali setelah mengantar sepupunya itu langsung menyapa ustazah Maryam. Mereka sudah lumayan akrab sebab Boy selalu menceritakan pasangan suami istri itu pada Sarah. "Alhamdulillah sehat Bu Sarah, ibu sehat?" Ustazah Maryam balik bertanya, raut wanita yang tiga tahun lebih tua dari Stella itu nampak ramah dan hangat.
1053.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai ibu siti maryam
Baca
+Pustaka
Mari Saling Terikat

Mari Saling Terikat

Kapan memberikan Mama cucu? "Aku ke kamar deh, mau tidur." Raditya bersiap akan bangkit berdiri, dan seketika tangan sang Mama terulur menahan lengannya. "Sekarang bahkan belum jam sepuluh." kata Mamanya dengan nada heran. "Sepertinya aku butuh waktu istirahat lebih, Ma." "Kamu kelelahan? Makanya harus berapa kali Mama ingatkan, lebih baik kamu menikah supaya ada perempuan yang mengurus kamu."
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai ibu siti maryam
Baca
+Pustaka
Sabitah

Sabitah

Sifat tidak mau menyerah dan juga sedikit keras kepala itu mengingatkan Arya pada mendiang istrinya. “Ayah tidak mungkin menunggu penelitianmu selesai. Kamu lihat sendiri bagaimana tindakan tikus kecil itu akhir-akhir ini. Itu bukan hal biasa, Bumi. Jika kita tidak bertindak cepat, maka Kota Metrolium akan hancur. Dan Ayah tidak ingin mimpi Ayah hangus begitu saja,” ujar Arya Bahtera dengan tenang, tetapi begitu mengerikan.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai ibu siti maryam
Baca
+Pustaka
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

kataku. “Aku juga engga inget pasti, itu dulu sekali waktu SD. Mungkin ingatanku salah. Tapi aku sepertinya mempercayainya.” Karena tidak bisa terlalu dekat dengan meriam itu, Maria mengusapkan tangannya ke jari jempol meriam dan kemudian mengusapkan tangannya ke perutnya. “Semoga siapapun yang nanti jadi anak Mama di masa depan, selalu sehat, bahagia, pintar, dan jadi anak yang baik, Amin!” katanya dengan mantap, walaupun ia belum ingin hamil segera karena belum menikah.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai ibu siti maryam
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Mr. Devil

Terjerat Cinta Mr. Devil

"Bukankah upah yang kuberikan lebih menarik, mendapatkan uang dan juga pria yang kamu cintai." "Sayang sekali tantangannya terlalu sulit bagiku." Chelsea membuang napas kasar. "Sekarang ayo kita temui kembali bibi Maryam, apakah kira-kira dia sudah mau kita ajak pulang ke negaranya?" Ikram juga sudah tidak sabar. Saat pertama bertemu, Maryam terlihat masih ketakutan dengan kedatangan mereka. Saat itu, Ikram terlalu bersemangat membuat Maryam terkejut dan tak sadarkan diri hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai ibu siti maryam
Baca
+Pustaka
PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)

Jadilah kami berempat sekarang sudah duduk dengan manis di ruang tamu milik Lisa. Bu Maryam kemudian datang dan ikut mendudukkan dirinya di samping Lisa, dia menatap kami semua dengan pandangan tajam dan juga terlihat sekali kalau dia tidak suka dengan kedatangan kami di sini. "Mau apa kalian ke sini?" tanya Bu Maryam dengan nada ketus. "Bu!" Lisa menegur, dia kemudian menggeleng dan menatap Bu Maryam dengan tajam.
9.6235.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.8K kali sebagai ibu siti maryam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status