Pesan WA Paman Membawaku Menjadi Wanita Sukses
hardik mertua mengacungkan tangannya ke arah pintu rumah.
"Ma, demi Allah! Ibuku nggak ada mencuri kalung Mama," kataku memohon.
Namun, rengekan demi rengekan ibuku tidak digubris. Malah mertua tega menendang ibu hingga tersungkur. Aku memeluk ibu yang meringis kesakitan. Belum puas, mertua juga melempar tas pakaian ibu keluar rumah.
"Cukup, Ma! Jangan sakiti ibuku lagi. Bagaimana mungkin Mama lebih percaya wanita itu daripada menantu Mama sendiri," teriakku emosi sambil menunjuk Maya.