Jiwa Yang Tertukar
Ia tertawa kecil, "Tidak terlalu lama, kok."
Ketika aku hendak duduk di samping Mas Muza, tiba-tiba tangan kiriku ditarik sedikit menjauh oleh Mas Abraham.
"Apa-apaan, main tarik saja, hampir saja aku jatuh," gerutuku.
"Maaf, Mas. Ini Maryam mau duduk dekat ayahnya."
Lalu Mas Abraham mendudukkan Maryam antara aku dan Muzakka.
Oh, dia berusaha menghalangi aku duduk dekat Mas Muzakka. Kejadian ini membuatku teringat waktu beli sate di kedai Bang Joli. Ada-ada saja kelakuan istriku ini.