Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SENYAWA

SENYAWA

jawab seorang wanita dari dalam rumah. “Umma.” Meera meraih tangan ibunya kemudian mencium punggung tangannya. “Umma, kenalkan ini atasan Meera di kantor. Namanya Varo,” ucap Meera lembut memperkenalkan Varo. “Assalamu’alaikum, Nak.” Ibu Naina -Umma Nameera- kemudian menangkup kedua tangannya di depan wajahnya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai ige mwoya
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

Berusaha meyakinkan diriku bahwa ini adalah keputusan konyol yang tepat. "Ok." Rimba memamerkan senyumanya yang lebih mirip seringai. Membuatku bergidik ngeri.  Seroja (Oja) ============================= ================ Salam dari perempuan yang baru disini.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai ige mwoya
Baca
+Pustaka
Me

Me

Melihat Callista yang terbangun mendahuluinya, Lea kemudian tidur kembali. Callista sedang melatih tulisan tangannya, dia menulis aksara Jawa dan beberapa aksara asing. Callista memang menyukai sastra dan bahasa. Dia bahkan menguasai setidaknya empat bahasa yang lumayan sulit seperti Rusia, Arab, China, dan Vietnam. Juga menguasai bahasa internasional yaitu inggris. Terdengar lirih suaranya menghafal kosakata dan terkadang dia mencatatnya, kali ini dia benar-benar ingin mempelajari bahasa ibunya, yaitu bahasa Jawa.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai ige mwoya
Baca
+Pustaka
MOIROE

MOIROE

Kenapa dia justru semakin bingung dengan tebakan dirinya sendiri. Moir adalah takdir bagi setiap mahkluk atau dapat dikatakan sebagai pasangan yang diikat oleh takdir, ini seperti sebutan Mate yang digunakan oleh kaum werewolf. Moir sendiri diambil dari nama Sang Dewi pembawa takdir 'Moiroe'. Dan tentu saja, seharusnya reaksi pertama ketika kita menemukan Moir milik kita adalah rasa kebahagiaan dan ketergantungan sehidup semati. Evander jelas tidak memiliki reaksi ini, jadi kenapa?
1026.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 804 kali sebagai ige mwoya
Baca
+Pustaka
ISTRI MUDA

ISTRI MUDA

Gala terlihat duduk di kursi belakang sambil bermain dengan boneka kesayangannya. “Kok pakai mobil?” “Kan kita mau belanja. Gimana tadi di kampus?” “Oke sih.” “Nggak nyasar emangnya?” ledeknya. Sial! Kayaknya, Aiman memang punya skill membaca pikiran orang. Kenapa dia selalu saja bisa membuatku tak berdaya? “Pasti nyasar –“ “Iya iya. Kayaknya kamu seneng banget deh ngeledek.”
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai ige mwoya
Baca
+Pustaka
MY WAY

MY WAY

makinya marah dengan tatapan berapi-api. "Oya? Aku belajar darimu Gillian Moore, apa yang kau rasakan sekarang itu adalah hasil dari benih yang telah kau tanam. Aku hanya memancingmu dan kau termakan umpanku, jadi kesalahan ini bukan karena aku sepenuhnya," jawabku datar.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai ige mwoya
Baca
+Pustaka
Muda dan Liar

Muda dan Liar

Ia pasti masih marah. Entah bagaimana, kami akan berbaikan. Padahal, dulu kita tidak sejauh ini. “Mom! Apa besok kita akan ke mall?” tanyaku yang masih berumur 10 tahun. Dan Ibuku masih berumur 28 tahun. Ia masih begitu muda dan sehat seperti remaja SMA. Terkadang, aku bertanya-tanya, mengapa Ibuku sangat muda dibanding Ibu yang lain? Apa karena Ibu adalah vampire?
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai ige mwoya
Baca
+Pustaka
EGO

EGO

Banyak benda dan beberapa tempat ditulis dengan aksara Jawa. "Ini rumah, taman, atau penginapan?" tanya Elzora. "Mari masuk," Morgan hanya menjawab dengan tersenyum. Dipersilakannya gadis yang tampak canggung itu masuk ke dalam. Seorang perempuan renta tengah memberi makan ikan di kolam kecil. Sanggul yang lumayan besar lengkap dnegan tusuk konde. Memakai bawahan dengan jarik motif batik. Tampak sangat anggun dan sangat menarik perhatian Elzora. Penampilan mereka bertolak belakang. Elzora kalah feminim jika dibanding dengan penampilan seorang nenek-nenek. Sebelum sampai di depan hadapan wanita itu. Elzora melepas jaketnya. Segera bersujud mencium punggung tangan wanita itu.
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai ige mwoya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status