Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Fake

Fake

Ali mendekati Dido dan Adit. “Dicoba aja dulu,” lanjutnya, tak menyerah membujuk kedua temannya itu. “Sorry bang, gue lagi miskin nih kagak punya duit,” tolak Dido halus, yang disusul dengan anggukan Adit membuat Ali menghela nafas. “Oke, gue nggak bakal maksa. Tapi kalo lo mau hubungi gue.” Dido dan Adit mengangguk.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as imposible
Read
+Library
Mustahil untuk Kembali Bersatu

Mustahil untuk Kembali Bersatu

Kemunculan Giska memberinya bukti yang sangat kuat. "Aku bilang begini, bukannya mau memaklumi perbuatanmu. Cuma, aku merasa sudah nggak ada gunanya lagi. Masih banyak hal lain yang harus dikejar dalam hidup. Kalau setiap hari aku cuma terobsesi dengan kebencian, hidupku akan jadi membosankan dan nggak berarti." Ibunya yang bodoh juga seseorang yang mengorbankan dirinya sendiri demi seorang pria.
5.7K viewsCompletedAdded to Library 124 Times as imposible
Read
+Library
Pilihan yang Menghancurkan

Pilihan yang Menghancurkan

Jarum menusuk kulit lenganku. Kegelapan menelanku sepenuhnya. Ketika aku bangun, Reyhan duduk di samping tempat tidur, matanya memerah. "Kayla, kamu benar-benar membuatku ketakutan," katanya sambil menggenggam tanganku, suaranya tercekat emosi. "Para dokter … mereka bilang karena persalinannya sulit dan kamu kehilangan banyak darah, rahimmu mengalami kerusakan yang tidak bisa dipulihkan. Kamu … kamu tidak bisa punya anak lagi."
25.5K viewsCompletedAdded to Library 968 Times as imposible
Read
+Library
BROKEN

BROKEN

Jangankan mundur, bergerak pun sepertinya hal yang menyulitkan. “Sial, itu lumpur hisap!” umpat Lutfi. Mereka tidak bisa melakukan apa-apa selain menyaksikan tubuh Steve yang perlahan tenggelam. Beruntung, anakonda dewasa itu melarikan diri setelah tubuh Steve tertelan lumpur dengan sempurna. Sebuah keajaiban pun terjadi, mereka melihat jalan lain di balik kabut putih setipis benang. Perasaan aneh pun menyerang ketika mereka melintasi kabut. Nick meraih ponsel di saku celana, benda pipih itu kehabisan daya. Satu-satunya alat penopang asa menjadi benda tak berguna. Nick mengomel tidak karuan. Namun, pemuda itu menyadari satu keanehan, tidak ada satu pun dari temannya yang bersuara. Nick meneg
109.0K viewsCompletedAdded to Library 298 Times as imposible
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status