ISTRI LUPA DIRI
Seorang pelayan membukakan pintu, lalu mengantarnya ke ruang tamu.
Ibunya, Nyonya Hestia, duduk dengan anggun di kursi berlengan, mengenakan gaun krem dan bros mutiara. Wajahnya tenang, namun sorot matanya menyimpan ketegasan khas perempuan penguasa.
“Martin,” sapanya datar. “Sudah lama kamu tidak ke sini.”
“Aku datang untuk bertanya,” balas Martin, tanpa basa-basi. “Tentang Adrian. Dan Ayah.”
Hot Chapters