The Architecture of Us
suara Arga terdengar berat, datar, dan tanpa emosi.
Ghea bangkit berdiri, menatap pria asing itu dengan sisa air mata di pipinya, tapi matanya menyala penuh defensif. "Iya, saya sendiri. Ada keperluan apa?"
Arga melangkah maju, tanpa basa-basi ia mengeluarkan sebuah dokumen dari map kulitnya.