A Story We Misread
Mengalirkan rasa hangat yang perlahan menjalar dari telapak tangan ke seluruh tubuh membuat Reana merasakan sesuatu yang berdesir.
Reana tidak melepaskan genggaman tangan itu, atau mungkin tidak ingin. Karena tidak ada penolakan itulah Issa tidak lagi melepaskan tangannya, ia juga sama sekali tidak terlihat kesulitan memegang kemudi hanya dengan satu tangan. Setelah itu mereka membicarakan banyak hal ringan, seperti tentang roti yang gosong ketika tadi Issa akan mencoba membuat toast untuk sarapan, lalu tentang betapa antusiasnya Reana karena untuk pertama kalinya jadi bintang tamu di radio, atau tentang apapun yang tidak sengaja mereka lihat selama perjalanan pagi ini.