Permainan Kejam Suamiku
Hal seperti ini memang tak bisa dipaksa, harus dibujuk pelan-pelan.
“Tante Tina, jangan bohongi aku. Aku sangat pintar. Aku baru mau main sama Jack, kalau tante main duluan sama dia,” katanya sambil menatapku dengan mata besarnya yang berkedip-kedip tajam.
Tanpa sadar, aku mengusap kedua pahaku. Jantungku pun berdegup semakin kencang, “Dasar kamu, asal bicara apa, sih?”