Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Raja Milik Ratu

Raja Milik Ratu

FDY PUTRY
Raja Aleandra, lelaki tampan dengan mempunyai kelebihan memikat hati semua perempuan dengan mudah. Dirinya nyaris dijadikan rebutan bagi kaum hawa, bahkan di seantero kampus pun dia sangat dikenal dengan gelar "Playboy Cap Kaleng Khong Ghuan." Kenapa bisa disebut demikian? Karena wajahnya terlalu pasaran di kalangan perempuan. Raja hampir sudah menjadikan semua perempuan di kampusnya tuk dijadikan pacarnya. Kedua temannya tak habis pikir dengan lelaki itu, pelet apa yang manjur menembus hati mereka semua. Reza juga Hito seringkali meminta mantra yang seringkali dia lafalkan, tapi hanya senyuman yang menjadi jawaban. Namun, kehidupannya seolah berubah ketika hatinya terpikat pada seorang gadis pemilik akun beauty vlogger. Ratu Nandilandri yang dijadikannya sasaran untuk sebuah challenge. Raja bisa mengambil hati gadis mana pun, maka dari itu dirinya begitu yakin akan mendapatkan hati Ratu yang memiliki masa lalu kelam perihal hati. Dia trauma patah hati, itu artinya dia takut untuk memulai jatuh. Hatinya tertutup seolah tak akan dia biarkan lelaki mana pun yang memasuki ruang hatinya. Bukan Raja jika mundur sebelum berperang, dia akan terus berpegang teguh pada niat awalnya sampai mendapatkan apa yang diinginkannya. Dengan segala cara dia lakukan untuk mendapatkan gadis SMA itu. Dengan membuat sebuah challenge mendapatkan hati gadis dengan waktu yang singkat dia mengajak kedua temannya untuk melaksanakan hal bodoh yang dibuatnya. Jika sudah mendapatkan hati gadis yang diincarnya, dia akan membuatnya begitu saja bagai barang yang tidak dibutuhkannya lagi.
Young Adult
105.0K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Rebirth Rules: No More Toxic BFF, No More Lottery IOUs

Rebirth Rules: No More Toxic BFF, No More Lottery IOUs

On my wedding day, my best friend, Beatrice Hopper, buys a lottery ticket from a convenience store and gives it to me as a wedding gift. I initially believe that she's joking, but when I see the unmistakable disdain in her eyes, I know something is off. "They say it's the thought that counts. This gift is precisely how I show that I care. Besides, I'm pregnant and need money for everything right now. I don't want you to feel bad about taking my money," she says. Honestly, I'm disappointed. But since it's my wedding, I can only stand there and watch as my best friend drags her entire family to the reception for free food and drinks. As expected, the wedding ends on a sour note. The two of us part ways unhappily. What I don't see coming, though, is winning 50 million dollars in the lottery that night. Elated, I tell my husband the news, and we head to the lottery office first thing in the morning to claim the prize. The news quickly spreads among our friends and family. But by the afternoon, Beatrice pounds on my door, demanding I return the lottery ticket. "I should've been the winner!" she screamed. "I was the one who bought it, so why should you take away my prize?" I keep backing away from her, panic flooding my entire body, so much so that I don't even notice she's holding a knife. The last thing I expect is for her to swing it at me in the middle of our struggle. By the time I realize what's happening, the blade is already buried in my husband's chest. I try to call the police, but Beatrice yanks me back. We grapple, stumble, and crash through the floor-to-ceiling windows. Eventually, we fall to our deaths in the courtyard below. The universe must've had mercy on me because when I open my eyes again, I'm back at the moment she hands me that lottery ticket. Here comes my second chance.
Maikling Kwento · Rebirth
2.2K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
Cinta Itu Tidak Datang Tiba-Tiba

Cinta Itu Tidak Datang Tiba-Tiba

Griselle Dayoung dan David, hidup di dua dunia yang berbeda. Griselle sebagai pewaris tunggal HANSENG group milik keluaranya. Di sisi lain David seorang pria misterius yang memulai segalanya dari nol. Griselle yang acuh dan bebas bertemu dengan David yang dingin dan selalu menghitung langkah dalam bertindak. "Bukannya tadi aku bertanya apakah tubuhmu baik-baik saja?" Jawab David sambil melirik ke arah Griselle. "Iya, lantas apa hubungannya antara tubuhku baik-baik saja dengan kamu mengantar makan siang ke kantorku?" Tanya Griselle dengan wajah bingung, hatinya merasa sedikit tidak nyaman. "Hari ini, aku sedang bereksperimen dengan menu baru. Karena nggak ada yang menjadi kelinci percobaan, walau dengan berat hati, aku pergi mengantar makanan buatanku ke kantormu. Menurutku setidaknya, di sana ada banyak pegawaimu yang bisa menjadi kelinci percobaan." Jawab David dengan santai. Griselle terdiam saat mendengar perkataan David, saat ini di dalam hatinya timbul keinginan yang sangat besar untuk menarik keras rambut dan menggigit daun telinga pria di depannya ini. Ternyata kebaikan David tadi siang hanya untuk menjadikan dirinya dan pegawainya sebagai kelinci percobaan. Rupanya dia mau membalas dendam, maki Griselle di dalam hati. "Melihat kamu kembali baik-baik saja, aku merasa sedikit tenang, artinya makananku masih layak untuk dimakan." David melanjutkan perkataannya masih dengan nada tenang, tanpa menyadari perubahan di wajah Griselle yang sudah menghitam. Wajah Griselle yang awalnya kelam, tiba-tiba berubah dengan cepat menjadi wajah penuh kelicikan. Perubahan wajah Griselle secepat membalikkan telapak tangan, dengan wajah penuh senyuman manis, dia berkata, "Tetapi aku tetap harus berterima kasih loh."
Romansa
440 viewsOngoing
Read
Idagdag sa library
Cinta untuk Tabitha

Cinta untuk Tabitha

AYA RAYA
Tabitha tersenyum sinis ke arah Rino. “Kenapa? Lo kaget lihat gue, Rin? Nggak menyangka ya kalo ternyata gue ada di sini juga? Dan gue sudah dengar semuanya! Semua obrolan kalian berdua! Gue baru tahu kalau ternyata ada ya cowok yang sejahat lo, Rin! Jadi begitu rupanya? Lo anggap gue itu cuma sebatas cewek taruhan buat lo? Nggak ada artinya lagi kah gue selain itu, Rin? Menurut lo ... gue cewek kampungan? Culun? Kutu buku? Nggak cukup menarik ya buat lo? Nggak bisa bikin lo ‘naik’? Sorry ya, Rin! Sebelum lo menganggap diri lo itu cowok paling hebat yang bisa menaklukkan hati semua cewek, asal lo tahu aja ... lo nggak sehebat itu! Andai lo itu barang, dikasih gratis aja gue nggak mau terima, apalagi disuruh bayar! Karena buat gue, lo itu cuma cowok brengsek, jahat, nggak punya otak, yang pantasnya dibawa ke tukang loak terus ditukar sama piring! Tahu lo? Piring aja lebih berharga dan lebih berguna buat gue, daripada cowok kayak lo! Gue menyesaal ... banget pernah dekat sama lo, Rin! Cowok brengsek! Cowok nggak punya otak! Otak lo yang lo pikir cerdas bisa ngebodohin gue itu ternyata nggak lebih besar dari biji kwaci tahu nggak!” maki Tabitha, sebelum melangkah keluar dari warung kopi dan berlari menjauh. Rino melongo. Pemilik warung kopi bengong. Pemuda yang duduk di sebelah Rino bangkit berdiri sambil menahan tawa. “Kasihan lo, Rin! Udah otak lo cuma segede kwaci, lo mau dibawa ke tukang loak lagi! Ditukar sama piring!” Pemuda itu tertawa tergelak. "Diam lo!" bentak Rino. Malu. Pemuda itu semakin tertawa tergelak.
Romansa
103.8K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
My Fierce Secretary

My Fierce Secretary

R_Quella
“When Destiny brings you into a game.“ MEET ALBYAZKA STEVANO__ He's the perfect man. Muda, tampan, kaya, multitalent, hingga mendapat gelar the perfectionist boss. Membuat Alby selalu menganggap mudah segala hal termasuk wanita. Namun, tidak lagi setelah pertemuanya dengan seorang wanita galak bernama Alessia Mikhayla. Seorang yang sanggup membuat Alby tertantang dan merasa tertarik untuk pertama kali pada seorang wanita hanya karena sebuah julukan Bedebah darinya. MEET ALESSIA MIKHAYLA__ seorang 'secret agent' berparas cantik yang terkenal galak dan keras kepala. Wanita bebas dan tidak suka diatur apalagi dikekang sepertinya sangat membenci banyak hal. Termasuk, Albyazka Stevano. Sejak pertemuan pertama mereka yang tidak bisa di katakan baik juga pertemuan-pertemuan tidak terduga lainnya yang banyak meninggalkan kejadian buruk membuat ruang gerak Alessia menjadi terbatas. Alessia membencinya. Membenci kehidupannya yang bahkan terasa seperti seekor burung peliharaan karena ulah pria itu yang sesuka hati mengklaim dirinya sebagai kekasih di hadapan media. Setelah segala hal yang terjadi, mana mungkin Alessia membiarkannya? Menjadikanya mainan pria itu? Well.. Albyazka Stevano perlu tahu kalau Alessia bukan wanita yang mudah dikalahkan. Wait for the time .. Alessia akan membuktikannya. Lihat saja.. BLURB️ "Kau tidak bisa seenaknya padaku, Darling." "I can, who will stop me?" Alessia kemudian menciumnya sekali lagi, hanya kecupan singkat dan ia kembali tersenyum. "Sudah cukup." Alby menaikkan alis. "Apa maksudmu?" "Kau tidak dengar? Cukup. Artinya berhenti. Aku tidak akan melakukan hal lain selain berciuman." gumam Alessia menjelaskan. "Tinggalkan saja nomor rekeningmu." "Buka matamu, Darling. Kau perlu melihat siapa aku untuk kembali mendiskusikan tentang uang." "Tidak perlu repot-repot, aku tidak peduli kau siapa." _________ "Kau milikku, tidak ada jalan kembali untukmu pergi." -Albyazka Stevano.
Romansa
915.9K viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
The Mistress's Daughter Claims Legitimacy

The Mistress's Daughter Claims Legitimacy

In my second year running the company, my high school class monitor suddenly started tagging me nonstop in the group chat. [Alice, Vivian was only joking with you back then. Why won't you come to her party? Are you trying to make her feel guilty?] I didn't understand what was going on. Only after reading the messages did I realize that our class beauty, Vivian Spencer, had recently found her biological parents—and today, she had thrown a party to announce it to the world. Me: [I'm busy.] I had no intention of attending a party hosted by someone who used to bully me. But my answer didn't shut them up. Instead, it stirred up even more absurd speculation. [Don't tell me you're doing some kind of labor job and can't take leave?] [We're all former classmates. If you show up, I'll give you sixty dollars. That should cover two days of your salary.] Vivian chimed in as well. [Alice, it was just a joke back then. And I'd already dropped out by then. Why can't you let it go?] I stared at her message for a long moment before typing: [Only trash would call bullying a joke.] The group exploded instantly. [Vivian's no trash! She's a wealthy heiress. She's not even in the same league as you. Poor people really love to nitpick.] Vivian, ever the hypocrite, tried to smooth things over. [No matter what, today marks a new beginning for me. I hope you'll come to witness it. [We're classmates, after all. I don't hold it against you for forcing me to drop out. If you're short on money, I can even ask my dad to arrange a job for you.] Then she sent a screenshot of her chat with her father. When I saw her father's profile picture, I froze. Wasn't that the same profile picture as my freeloading dad? But I look seventy percent like my mom—it's impossible for me to be a fake daughter. And Vivian was two months younger than me. I let out a laugh. "Alright, I'll definitely attend your recognition party."
Read
Idagdag sa library
Om Duda!

Om Duda!

"Mommy!" seorang bocah laki-laki menghampiri Disya yang sedang duduk menikmati es krim bersama dengan ketiga sahabatnya di salah satu caffe. Disya tentu saja membelalakkan matanya, yang benar saja bocah laki-laki di depannya memanggil Disya dengan sebutan 'Mommy' padahal Disya masih duduk di bangku kuliah semester tujuh, dan lagipula Disya belum menikah, bagaimana mungkin dia sudah mempunyai anak? Kailash, nama bocah laki-laki itu. Rupanya dia salah mengira Disya Mommynya. Hingga akhirnya seorang lelaki menghampiri meja mereka. Disya sampai membelalakkan matanya, mulutnya menganga ketika melihat lelaki tampan itu. Devan, lelaki yang dipanggil 'Daddy' oleh Kai. Baru pertama kali bertemu saja, rasanya Disya langsung jatuh cinta. Memejamkan kedua matanya, sedikit membenarkan posisi duduknya, lalu menengadahkan kedua tangannya di depan dada. "Ya Tuhan... jodohkanlah hamba dengan Pak Devan, kalo Pak Devan masih ada istri, ambil saja istrinya!" "Astaga, Disya omogan kamu ih!" pekik ketiga sahabatnya berbarengan. Mereka tentu saja syok mendengar ucapan sembarangan yang diucapkan Disya beberapa detik yang lalu. "Sejak kapan kamu suka sama om-om hah?!" "Sejak hari ini!" Berbeda dengan Disya yang langsung terpikat, Devan malah melihat Disya dengan tatapan tidak suka. Namun, Disya akan tetap bertekad, dia harus mendapatkan hati Devan. Setelah menjadi detektif dadakan untuk mengamati Devan. Sebuah fakta yang berhasil membuat Disya merasa sangat senang. Devan hanya tinggal berdua dengan Kai, yang artinya Devan adalah seorang duda bukan? Benar! Tentunya itu adalah kesempatan besar untuk Disya mendapatkan hati Devan. Tidak perlu mengambil hati Kai—bocah itu sudah menyukai Disya sejak pertemuan pertamanya. Tugas Disya hanya mencari cara untuk mengambil hati Devan. Akankah Disya berhasil? "Otw jadi Mommy Kai." — Nadisya Queensa Fatyavia. "Ck! Gadis kecil!" — Devano Zayn Ganendra. ***
Romansa
9.872.6K viewsKumpleto
Ipakita ang mga Review (27)
Read
Idagdag sa library
Anaa
Hai temen-temen^^ Sebelumnya aku mau ngucapin makasih banyak buat yang selalu nunggu novel ini. Aku ngerasa bersalah udah bilang mau update tiap Kamis dan Sabtu, padahal kadang suka engga di tepatin, sorry ..., aku usahain update di hari itu, tpi kalau engga ya mngkin di up di hari berikutnya yaa ...
Michael Sanjaya
sumpah deh...baru x ini baca novel tentang keluarga dan perceraian tp ujung"nya ttp hrs berpisah jg. hahahaha.... uda gt kasian keluarga si cowok yg boleh di blg hancur, si cowok mo rujuk berujung ggal sedangkan adik tnpa pengetahuan kluarga atau si kakaknya hdupnya jg hancur. mantap, ceritanya unik
Basahin ang Lahat ng Review
Once They Chose Her, I Chose Myself

Once They Chose Her, I Chose Myself

On the night my family got wiped out, someone had hidden me behind the barrels inside the wine cellar. The gunshots kept going off the entire night outside the cellar. I could only curl up between the barrels while listening to unfamiliar voices cursing in Etarino. All I could do was gnash my teeth together in order to not make any sounds. At the break of dawn, the wine cellar's door was opened from the outside. Two people could be seen standing in front of the pouring light. The first person was Antonio Corleone, a 15-year-old teenager who was also the oldest son of the Corleone family. He was still holding a gun, which had smoke wafting from its barrel. The second person was Matteo Corleone, Antonio's younger brother. His clothes were stained with blood that didn't belong to him. Antonio crouched down before draping a coat over my body. "Don't be scared, Elena," he said. "From today onward, I'm your family." Matteo squeezed Antonio away before stuffing a warm slice of panettone into my hands. With red-rimmed eyes, he said, "My brother is right. I'll kill whoever has the guts to hurt you." It was Christmas Day of 1999. Back then, I was ten years old. For the next 20 years, I grew up in the estate located in Vosaro and became an essential part of the Corleone family. At the same time, I also grew up to be the woman both Antonio and Matteo have a crush on. The entire family has noticed their obsession and love for me. Antonio and Matteo help me exact vengeance on the people who killed my family. They even buy a football team and name it after me. Everyone thinks that the brothers are head over heels in love with me. They patiently wait for the news when one of them will marry me. Even I also think the same. But on the night before my 30th birthday, when Don Corleone asks the brothers who among them wishes to marry me, Antonio snuffs out the cigar in a crystal ashtray. "Father, you should know that I'm terribly busy with the family's affairs, so I have no time to marry anyone." Matteo swirls the whiskey in his glass while wearing a flippant smile. "Father, I'm only 33 years old, and I'm not done having fun just yet. Besides, marrying Elena is just a joking promise that I've made when I was young. I'm not going to follow through with it." The next day, the brothers decide to propose to my enemy's daughter, Sophia Volpe, at my birthday banquet which I have painstakingly prepared. They even force me to drink the entire bottle of grappa despite the fact that I've been suffering from stomach issues for ten years just to please Sophia. When I get carted into the ambulance after suffering from stomach bleeding, Antonio and Matteo immediately cover Sophia's eyes with their hands while claiming that I'm just faking my illness. The moment I feel blood rising from my throat, I've made up my mind. On the day I'm set to get discharged, I dial a phone number. "I will get married to the heir of the Rossi family."
Maikling Kwento · Mafia
878 viewsKumpleto
Read
Idagdag sa library
PREV
1
...
789101112
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status