Mabuk di Malam Hujan, Berpisah di Terik Kemarau
Setelah kembali ke keluarganya, Kevin Alfian tak pernah lagi menyebut mahasiswi yang dulu sempat membuatnya tergila-gila. Dia memperlakukan Yumna Susanto dengan sangat baik, begitu baik hingga Kevin selalu pulang tepat waktu setiap hari, mengingat semua kesukaannya, merebus air gula merah saat Yumna datang bulan, dan memeluknya erat saat dia bermimpi buruk.
Semua orang berkata, "Pak Kevin benar-benar suami teladan." Hingga suatu hari, saat mereka pergi makan di restoran yang biasa mereka datangi, setelah membayar dan hendak pergi, tiba-tiba terdengar keributan tak jauh dari sana. "Cuma nyentuh sedikit, kenapa sih? Sok suci!"
Seorang pelanggan yang mabuk sedang menarik pergelangan tangan seorang pelayan. "Kerja di tempat kayak gini, bukannya memang buat cari lelaki kaya?"