Aku Bukan Lagi Valerie yang Bisa Kau Sakiti
Di hari ulang tahun Valerie Setiawan, suaminya, William Luwija, terus berjaga di rumah sakit.
William menemani adik iparnya melahirkan.
Yang orang lain tahu adalah anak di dalam perut adik iparnya adalah anak peninggalan mendiang Julian Luwija, adik kembar William.
Namun hanya Valerie tahu yang sebenarnya. Anak itu adalah benih yang dipinjamkan oleh William.
Suaminya berselingkuh dengan adik iparnya sendiri. Wanita itu adalah cinta lama yang tidak pernah bisa dia lepaskan. Seluruh Keluarga Luwija malah ikut menutupi semuanya.
Mereka bahkan mencari berbagai cara agar Valerie keluar dari rumah itu tanpa membawa harta apa pun. Semua demi membuat wanita itu naik menggantikannya.
Baiklah.
Karena Keluarga Luwija sudah tidak punya hati, maka Valerie juga tidak akan lagi memungut cinta dari tempat sampah.
Selama ini, William mengira istri yang dia nikahi hanyalah anak angkat Keluarga Setiawan yang tidak disayang.
Mudah diusir.
Mudah dikendalikan.
Namun dia tidak tahu. Istrinya itu adalah jenius komputer yang telah dia cari selama bertahun-tahun.
Valerie melangkah dengan hati-hati. Dia menyusun rencana dengan cermat. Lalu membuat para bajingan itu mendapat balasan keras satu per satu.
Setelah dendam besar itu terbalas, Valerie kembali pada kariernya.
Di dunia AI, dia menciptakan legenda yang mengejutkan semua orang.
Dia sudah tidak punya niat untuk mencintai siapa pun lagi.
Namun dia tidak tahu, sejak bertahun-tahun lalu, dirinya sudah menjadi cinta lama yang tak terlupakan bagi tuan muda terkaya dari lingkaran elite Kota Portavia, Xavier Santoso.
Xavier menyingkirkan semua rintangan untuknya. Dia membantu Valerie berjalan menuju puncak. Perasaan yang telah disembunyikan selama bertahun-tahun itu akhirnya meledak.
Namun William justru tidak senang dan hampir gila.
“Valval, anak di dalam perutmu itu darah dagingku!”
Valerie tersenyum tenang.
“Maaf, Tuan William. Ayah kandung anak ini bukan kamu.”