Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tertawan Kontrak Panas CEO Arogan

Tertawan Kontrak Panas CEO Arogan

sahut Chloe santai. Daisy berbalik, dia tersenyum, namun ada sesuatu yang menghantam dadanya. “Namaku Daisy.” Dia memilih mengalihkan perhatiannya, menyapu ruangan itu dengan tatapan kagum. “Aku tidak menyangka dia akan menggantung lukisan ini di sini. Dia sungguh menepati janjinya,” tunjuk Daisy pada salah satu lukisan kontemporer yang menggantung di dinding.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai komik dasi gantung
Baca
+Pustaka
KOMENTAR IPAR DIPOSTINGAN SESEORANG

KOMENTAR IPAR DIPOSTINGAN SESEORANG

Tuhan menyiapkan obat yang akan menyembuhkan setiap lara yang kamu rasakan. Pria itu terlihat maskulin, Mauren terdiam. Ia merasakan hangatnya tatapan Andriansyah merasuki jiwanya. Dengan balutan kemeja serta jas hitam Andriansyah berdiri menantinya, dan jangan lupakan dasi kupu-kupu yang melingkar di leher pria itu. Dasi itu adalah buatan Mauren sendiri. "Aku gugup, Ma. Ini seperti mimpi," bisik Mauren.
1021.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 550 kali sebagai komik dasi gantung
Baca
+Pustaka
Pejuang LDR

Pejuang LDR

Dissa mencium aroma tak sedap dan ia tersadar dari lamunannya. “Ya ampun, kainnya kosong.” Dissa mengangkat kain sebagai alas pakaiannya. Untunglah, pakaian yang berkisar 100 juga itu tidak hangus atas kecerobohannya. “Sayang banget sama kainnya, aku belinya mahal dengan motif batik unik dan akhirnya berujung menjadi gosong begini.” Dissa memperhatikan bagian kain yang terkena terika sudah gosong dan bolong.
9.87.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai komik dasi gantung
Baca
+Pustaka
Ganteng-Ganteng Duda

Ganteng-Ganteng Duda

Dan lagi-lagi, Darma pergi meninggalkan Lia setelah mengatakan titah yang tidak akan bisa Lia tolak. Nasi sudah menjadi bubur, Lia pikir ia tidak bisa kabur, jadi mau tak mau, wanita itu menuruti permintaan sang Papa. Mencuci muka dan menggosok gigi sebelum turun ke bawah dan menemui Mas Vino yang nampak sudah rapi. Mengenakan kemeja biru tua dengan dua kancing atas terbuka dan kain lengan yang digulung sampai siku, membuat lelaki itu nampak semakin enak dipandang. Di sampingnya, ada sebuah bocah manis dengan rambut hitam legam yang dicukur stylish, belum genap empat tahun. Mata beningnya kemudian menatap Lia dengan seksama.
774 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai komik dasi gantung
Baca
+Pustaka
I'm Your Destiny

I'm Your Destiny

tuding Chivas ke arah Quila yang saat ini memilih mendekap hangat kedua tangan telanjangnya tanpa jaket yang melapisi tubuh bagian atasnya. "Siapa? Tidak salah kau bertanya siapa? Ya itu sudah jelas jawabannya, yaitu Kau, Chivas! Sudah sampai sebesar ini masalah di antara kalian, sekarang bisa-bisanya kau bertanya siapa orangnya? Tidak tahu diri sekali kau!" tantang Daisy dengan sorot mata tajam yang siap menghunus orang-orang yang ia anggap lancang dan menyebalkan. Ucapan Daisy diangguki Fizz.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai komik dasi gantung
Baca
+Pustaka
Pelabuhan terakhirku

Pelabuhan terakhirku

ujar Kolas yang merasa terbebaskan. "Pantasan ada tulisan aneh di plang depan gerbang," ujar Dasa. "Tulisan apa?" tanya Dexlicas yang tidak tahu apa-apa. "Kalau gak salah, maaf cuman bercanda," Dasa mengingat-ingat tulisan yang sempat ia baca tadi. "Pantesan teriakan kita gak ada yang peduli, percuma dong tadi kehabisan pita suara," cemooh Dexlicas kesal.
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai komik dasi gantung
Baca
+Pustaka
Menikahi Bu Manajer

Menikahi Bu Manajer

Disebalah cermin tergantung sebuah gantunan baju. Aku melepas pakaianku, menggantungya pada gantungan kayu kemudian mengenakan kemeja. Agar rapi, aku mengancing pergelangan lengannya. Lalu sentuhan terakhir aku memasng dasi di leher. Setelah penampilanku cukup rapi, aku keluar. “Mbak, udah!” ucapku. Wanita itu menoleh lalu membelalak untuk sesaat dan segera menutup kedua matanya dengan tangan.
1038.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai komik dasi gantung
Tampilkan Ulasan (106)
Baca
+Pustaka
Buah_Kaktus
Pras, ko bisa²nya berfikiran mengajak Erika tinggal berdua dirumahnya? kn blm menikah, hanya sebatas tunangan.. biar saling kenal yupz, ok dah.. konflik apa lagi kah antara Bu Manager dengan Pengusaha Mie Ayam itu? Lanjut Thor...
Lavender_fla2875
Aku tuh suka sma karakter mas Prastu ..adem-adem gimana gitu..tapi rada sebel juga sama Erika.. kenapa punya mantan geblek kek gitu.. pake ngerusak tempat usahanya mas Pras lagi... jadi pengen nampol rasanya.. semangat menulis lanjutannya Thor ditunggu undangan pernikahannya mas Pras dan mbak Erika
Baca Semua Ulasan
Dia Gampang Dibujuk

Dia Gampang Dibujuk

Pemimpin mafia yang di mata orang luar selalu tampak gemilang itu, kini mengenakan kemeja hitam penuh kerutan, berdiri di depan toko bungaku dengan tubuh basah kuyup. Dagu dan rahangnya dipenuhi janggut tipis kehitaman. Rongga matanya cekung. Tatapan yang dulu setajam pisau, kini hanya menyisakan kelelahan yang pekat dan semburat merah darah. Dia terlihat seperti seekor anjing liar yang ditinggalkan seluruh dunia. Franklin sudah tertidur. Aku membukakan pintu untuknya.
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai komik dasi gantung
Baca
+Pustaka
Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng

Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng

“Diperas dulu. Airnya harus keluar, kalau enggak nanti bakalan lama keringnya.” Dia memutar kain itu dengan cekatan, airnya menetes deras. “Terus ini, pakai gantungan. Biar rapi,” lanjutnya sambil mengambil gantungan baju yang tergantung di tali. Carmen memperhatikan dengan serius. Setiap gerakan dia simpan dalam ingatannya. Setelah itu, dia mencoba sendiri. Tangannya masih gemetar, namun dia mengikuti langkah yang tadi dicontohkan.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai komik dasi gantung
Baca
+Pustaka
Dicampakkan Setelah Malam Pertama

Dicampakkan Setelah Malam Pertama

geraman itu keluar dengan ekspresinya yang tegang. Axel memutar kursi kebesarannya untuk menatap ke arah langit yang terbentang di depannya lewat dinding kaca. Dasi yang tadinya menggantung di kerah bajunya dengan rapi itu ditarik sampai kendur dan melepas satu kancing atasnya. Raut wajah bengisnya lantas kembali keluar sebelum bergumam pelan. “Baiklah, aku tidak akan tinggal diam lagi sekarang.”
8.8155.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai komik dasi gantung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status