Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Well, Hello Again, Mr. CEO!

Well, Hello Again, Mr. CEO!

"Jadi, apa yang kamu mau?" Mauryn mencoba untuk terdengar tegar meskipun dia gugup. Felix menatapnya lekat dengan senyum tipis menghiasi wajahnya. "Aku? Aku hanya ingin memastikan bahwa aku tidak akan menjadi pecundang lagi, dan kamu tidak mempermalukanku lagi seperti saat itu." ——— Mauryn Alexandra Devina tak sengaja memergoki pacarnya yang berselingkuh dengan seorang wanita di belakangnya. Hatinya hancur mengetahui orang yang paling dia percaya justru mengkhianatinya. Untuk melupakan kesedihannya, Mauryn memutuskan untuk menyambangi sebuah kelab malam. Malam yang dimulai dengan alkohol dan hentakan musik itu justru malah membuat Mauryn berakhir di kamar hotel bersama seorang pria yang tak asing baginya. Karena panik dan malu, Mauryn memutuskan untuk kabur dari hotel. Namun, Mauryn harus menghadapi kenyataan mengejutkan ketika dia kembali bertemu dengan pria dari malam itu yang  ternyata adalah CEO baru perusahaan tempatnya bekerja, Felix Nathaniel Mahardika. Bagaimana Mauryn bisa menghadapinya? Felix adalah senior kampus yang dulu pernah dia tolak di depan umum dengan alasan konyol!
Romansa
777 viewsOngoing
Read
Add to library
Penolakan Ke-99 Kali yang Membekas

Penolakan Ke-99 Kali yang Membekas

Ketika suamiku, Rocco dari Keluarga Fauzian, menutup teleponku untuk ke-99 kalinya, aku menyeret tubuhku yang sudah berada di tahap akhir leukemia melangkah masuk ke kantor penasihat hukum keluarga. "Selamat siang, saya ingin mengajukan perceraian." Namun, sepuluh menit kemudian Rocco sudah menerima kabar itu dan menerobos masuk bersama keluargaku. Pemimpin keluarga itu baru masuk, lalu langsung menamparku. "Demi mengacaukan pesta kenaikan jabatan Sofia, kamu menyalahgunakan nomor komunikasi darurat? Otakmu taruh di mana?" Laporan diagnosis yang kugenggam, direbut paksa oleh ibuku. Dia melirikku lalu mencibir sambil tertawa sinis. "Pura-pura sakit untuk cari simpati, cuma supaya kami memperhatikanmu. Claire, dari kecil sampai besar, berapa banyak kebohongan yang sudah kamu buat?" Sofia menarik lengan Rocco sambil menahan tangis. "Maafkan aku, Kak Claire. Aku seharusnya nggak menerima kenaikan jabatan itu. Kumohon, jangan sakiti dirimu dan Rocco lagi!" Aku menyeka darah yang terus mengalir di sudut bibirku, lalu kembali menghadap pengacara. "Aku sudah nggak punya keluarga lagi. Demi tidak menunda proses kremasi jenazahku tiga hari lagi, tolong bantu selesaikan proses perceraian secepatnya."
Short Story · Mafia
7.9K viewsCompleted
Read
Add to library
12 Tahun (tidak) Mudah

12 Tahun (tidak) Mudah

"Aku ini temannya, 'kan?" Pertanyaan yang kukirim pada Jefri hanya berakhir centang dua berwarna abu-abu, entah memang belum dibaca atau dia tidak sudi membalas. "Kamu mau datang?" tanyaku lagi menyusul pesan yang tadi. "Aku sibuk kerja." Sedikit heran, mereka ini teman dekat tapi responnya seolah dia enggan datang di acara pernikahan temannya. 12 tahun. Selama itu dia menunggu, orang katanya cinta monyet tapi perasaannya sama sekali tidak lucu. Dalam diam, undangan virtual yang dikirim sepupunya itu mengiris dengan lembut lalu berubah ganas. Seolah ada yang dengan kejam mengatakan : Berhenti atau kamu akan semakin menyakiti hati sendiri.
Young Adult
176 viewsOngoing
Read
Add to library
Ketika Aku Mengakhiri Semua, Mereka Pun Mulai Menghargaiku

Ketika Aku Mengakhiri Semua, Mereka Pun Mulai Menghargaiku

Pagi ini, aku dan tuan muda kalangan elite ibu kota baru mendaftarkan pernikahan. Sore harinya, dia malah membawaku untuk bercerai. Aku memegang akta nikah dan akta cerai sambil terpaku di tempat. Di sekelilingku, terdengar tawa ejekan dari teman-temannya. "Roman, cuma karena satu kalimat dari Celia, kamu benar-benar bawa nona besar ini nikah lalu langsung cerai?" "Hahaha. Lihat tuh, muka si nona besar sampai pucat. Jangan-jangan mau nangis ya?" Roman malah merangkul adik angkat kami, Celia, dan berucap dengan nada lembut, "Sekarang dua akta sudah lengkap, kamu akhirnya mau senyum ke aku, 'kan?" Celia tertawa ringan. Wajah dinginnya pun merekah dengan senyuman. Aku ingin maju dan mempertanyakan semuanya, tetapi tiga kakakku menarikku kuat-kuat. Kakak pertama, seorang presdir, mengerutkan kening. "Celia cuma bisa tertawa kalau ada Roman. Anggap saja kamu kumpulin pahala." Kakak kedua, seorang aktor papan atas, mendorongku jatuh ke lantai. "Latar belakang Celia menyedihkan. Kamu 'kan punya kondisi bagus, jadi nggak bakal kekurangan pria." Kakak ketiga, profesor biologi, menatapku dengan dingin. "Roman memang sudah seharusnya menikahi Celia. Jangan lagi ganggu mereka." Mereka memaksaku masuk ke mobil, tidak mengizinkanku merusak kebahagiaan cinta pertama di hati mereka. Sistem yang sudah lama menghilang akhirnya muncul lagi. 'Host, misi penaklukkan terdeteksi telah selesai! Apakah ingin segera kembali ke dunia nyata?' Aku duduk di kursi belakang, menatap keluar jendela dengan murung, hampir tertawa. Drama penuh penderitaan yang kujalani demi misi ini akhirnya berakhir. Mulai sekarang, aku tidak akan ikut campur dalam kisah cinta dan benci mereka lagi!
Short Story · Fantasi
3.6K viewsCompleted
Read
Add to library
Belenggu Sang Bos Mafia

Belenggu Sang Bos Mafia

Seminggu sudah berlalu, dan Tonny akhirnya menyadari bahwa aku tak lagi meminta-minta uang padanya. Saking senangnya, pria itu sampai meluangkan waktu untuk mengirimiku pesan singkat, sebuah pujian yang langka. [Sayang, akhirnya kamu paham juga caranya jadi istri ketua mafia yang pantas.] Dia bahkan menambahkan janji manis. [Obat khusus buat ibumu sudah aku kirim. Selama kamu bersikap manis dan tidak serakah, aku akan kasih segalanya buat kamu.] Tonny tidak tahu, saat pesan itu masuk, aku sedang berdiri di depan mesin cetak, menunggu lembar demi lembar surat cerai keluar. Saat itu aku masih mengenakan gaun usang dari tiga tahun yang lalu. Di balik kemewahan statusku sebagai istri ketua mafia yang ditakuti, tak ada yang percaya bahwa untuk sekadar membeli pembalut pun, aku harus mengemis pada Helen, orang kepercayaannya. Aku pun harus mengajukan izin tiga hari sebelumnya hanya untuk bisa keluar rumah. Tonny selalu berdalih bahwa itu semua demi melindungiku. "Di luar sana terlalu berbahaya, Sayang. Kamu cukup diam di rumah aja." Namun, segalanya hancur seminggu yang lalu. Saat Ibu kritis, aku memohon pada Helen agar mengizinkanku pergi tanpa melewati prosedur birokrasi yang konyol itu. Helen sengaja menahanku selama lima hari dan baru melepaskanku setelah Ibu mengembuskan napas terakhir. Obat khusus? Buat apa lagi? Ibu sudah tiada, dan kesabaranku pun sudah habis.
Short Story · Mafia
1.2K viewsCompleted
Read
Add to library
Aira's

Aira's

Bukan kisah cinta yang berawal bahagia lantas terluka. Tapi kisah lara tentang orang tua yang amat ambisius mengejar harapan yang nyaris menyakiti perasaan. Berbagai siloka menjadi jalan cerita, berbagai diksi menjadi arti hidup ini. Berbagai lantunan sendu menjadi tangis amat pilu. Caci-maki yang selalu mengintai seakan-akan menyangkal bahwa ia tidak boleh bahagia. Meninggalkan kisah lara penuh kata penyesalan. "Ayah hidup itu tidak harus tentang nilai yang bagus. Tapi tentang seseorang yang menyayangi dengan tulus." "Ibu pintar itu tidak harus menguasai semua bidang. Satu bidang saja, jika sudah mengerti dengan perasaan orang lain, ia bukan sekedar pintar tapi jenius." "Kak pintar itu tidak harus punya piala. Sekedar mendekap lantas menyeka air mata, ia sudah pintar menghilangkan lara kita." "Aira, kamu memang berbeda tapi perbedaan itu terletak pada keistimewaan yang kamu punya. Di mana orang lain tidak memiliki itu semua. Kakak sayang kamu selamanya." "Kenapa Aira selalu dibentak ayah sama ibu? Sedangkan kak Ayu dan kak Andi gak pernah!" "Otakmu itu kecil. Berpikir pun lambat." "Ibu malu punya anak seperti kamu!" "Kakak sayang sama kamu. Kakak janji gak akan ninggalin kamu." "Kak Aira pergi sesuai permintaan kalian. Selamat tinggal." "Aira, kenapa kala itu kamu gak mengucapkan sampai jumpa lagi? Dan mungkin sekarang kita masih saling memeluk bukan menangisi kamu." "Yang sudah kamu dapat sudah seharusnya kamu dekap dengan erat."
Young Adult
1014.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Why Not?

Why Not?

Rheyner Aditya Effendi dan Nadira Almira adalah sepasang sahabat yang tumbuh bersama sejak balita. Di akhir masa putih abu-abu Rheyner menyadari kalau ternyata dirinya memiliki rasa sayang sebagai seorang pria pada Nadira. Rheyner menahan diri untuk mengungkapkan perasaannya. Namun, ia sudah mulai merancang masa depan untuk dilalui bersama Nadira. Rheyner akan menjadikan Nadira ratu dalam kehidupannya kelak. Sayangnya, tidak semua hal berjalan sesuai jalan pikiran Rheyner. Apalagi sejak dirinya mendapatkan beasiswa ke Jepang. Kesalahpahaman kerap menghampiri. “Nggak usah peduli sama aku lagi. Jangan jadi sahabatku lagi. Jangan lagi urusin kehidupanku. Kamu urusin aja hidup kamu. Kita sampai di sini aja. Kalau perlu kita nggak usah saling kenal lagi. Kamu bebas sekarang." Air mata Nadira sudah membanjiri wajah. Ia hempaskan tangan Rheyner. Ego Rheyner tersentil. Amarah menguasai diri. “OKE, GUE NGGAK AKAN PEDULI SAMA LO LAGI! GUE NGGAK MAU JADI SAHABAT LO LAGI!” Nadira segera berlalu dari hadapan Rheyner. Napas Rheyner terengah. Matanya memerah. Kedua tangannya masih terkepal. Pelan tapi pasti cairan bening keluar dari sudut matanya. Apakah semua benar-benar akan berakhir sampai di sini? Apakah pernikahan yang dibayangkan oleh Rheyner tidak akan pernah menjadi nyata?
Romansa
106.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Jangan Baca Novel Ini!

Jangan Baca Novel Ini!

"Pak Argan, jangan baca novel ini!" Menjadikan dosen sendiri sebagai inspirasi novel erotis adalah ide gila. Dan sialnya, novel itu jadi trending 1 di aplikasi hingga Sang Dosen yang killer dan dingin itu jadi pembaca setianya. Pak Argan menatap bibirku sekilas, lalu kembali ke mataku. "Novelmu bagus, tapi alangkah lebih bagus lagi, kamu bisa menghidupkan feelnya, melakukannya denganku!"
Romansa
821.3K viewsOngoing
Read
Add to library
Aku istrimu, Mas!

Aku istrimu, Mas!

"Silahkan, Mas bela terus ibuk dan Susan tapi aku sudah tidak bisa lagi menjamin mau sampai kapan pernikahan kita akan berlanjut." "Apa maksud kamu, Rum?" "Sudah aku tegaskan, kalau Mas tidak bisa bersikap tegas sama mereka maka aku yang akan mengambil keputusan. Sudah cukup selama ini mereka berbuat seenaknya sendiri, kita juga punya keluarga sendiri Mas yang harus Mas perhatikan." Bayu terdiam, sedang Arum sudah berada di puncak kemarahan dan lelah karena selama ini keluarga suaminya itu terus saja menjadi duri dalam rumah tangganya dan Arum sudah muak dan tak mau lagi menurutinya .
Rumah Tangga
101.3K viewsOngoing
Read
Add to library
Kakak Ipar yang Meresahkan

Kakak Ipar yang Meresahkan

“Halo .... “ “Lyn, kamu ada di mana? Aku berkali-kali menghubungimu. Dan aku juga sudah mencarimu ke kamarmu, tapi kamu tidak ada di sana,” ucap pria dari seberang sana membuat Aurelyn mengernyitkan dahinya. Aurelyn mengenal suara di seberang sana. Sampai membuat matanya terbuka lebar. “Aveiro?” “Ya, ini aku. Kamu pikir siapa lagi, sebenarnya kamu ke mana, Lyn?” tanya Aveiro dari seberang sana. “A-aku?” Aurelyn berusaha mengingat jelas kejadian semalam, tapi dari tubuh polosnya, dia tahu kalau percintaan semalam bukanlah mimpi. Aurelyn pikir, yang menghabiskan malam bersamanya adalah Aveiro. “Kalau ini Aveiro, lalu siapa pria yang bersamaku semalam?” batin Aurelyn. Detak jantung Aurelyn pun langsung berdetak tidak karuan. Ada yang aneh dengan semua ini, dengan cepat, Aurelyn menoleh ke sisinya, dan di saat itu juga seolah dunia telah runtuh dan menimpanya saat melihat pria yang tidur di sampingnya adalah Zephyr Orion Clovis. Kakak tiri dari Jefrin Clovis, tokoh utama di pesta semalam. “Ba-bagaimana mungkin?” pekiknya dalam hati sambil menutup mulutnya sendiri. #fb: Indriani_Sonaris
Romansa
1.1K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
3334353637
...
50
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status