Mendengar lagu 'Tersisih' itu seperti menyelami sebuah kisah pilu yang begitu nyata. Rita Sugiarto dengan suara merdunya berhasil mengungkapkan perasaan seseorang yang merasa terabaikan dalam hubungan. Liriknya berbicara tentang pengorbanan yang sia-sia, cinta yang tak berbalas, dan akhirnya menerima posisi sebagai 'yang kedua'. Ada nuansa pasrah tapi juga marah tersirat, terutama di bagian 'kutahu kau lebih mencintainya'. Ini bukan sekadar lagu sedih, melainkan protes halus tentang ketidakadilan dalam cinta.
Yang menarik, dangdut sering dianggap musik riang, tapi 'Tersisih' justru menunjukkan kedalaman genre ini. Iramanya yang melankolis dipadu metaphor sederhana ('seperti daun kering dihempas angin') membuatnya mudah dipahami masyarakat biasa. Aku sendiri sering melihat lagu ini diputar di warung kopi, ditemani gelak tawa pahit orang-orang yang mungkin sedang merasakan hal serupa.