Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Penyesalan

Penyesalan

Ia selalu serius dengan kata-katanya. Rasa kesalnya bertambah ketika terdengar suara-suara orang tertawa. Lima orang pemuda yang lebih tua darinya duduk di sebuah meja sambil bersorak-sorai, seolah mengejek dirinya yang sedang patah hati. "Gila, gila, gila! Bos kita ini bener-bener gila! Nggak nyangka cuma dalam sehari dia udah bisa dapetin tuh cewek! Instant banget!" teriak salah satunya.
105.2K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as unpleasant regretevator
Read
+Library
RATU VELENDOR

RATU VELENDOR

Memasuki restoran ini Xavier Vendove terkejut lagi dengan desain yang ada di sekelilingnya: "Restoran ini sangat bersih dan juga begitu rapi ..." Xavier Vendove saat ini memiliki mata bersinar cerah dan tampak sedikit lega. Xavier Vendove memiliki masalah pada dirinya sendiri. Di mana, Xavier Vendove tidak terlalu menyukai ruang yang pengap, kotor, dan berbau. Hal ini jelas berbanding terbalik dengan kebiasaan orang-orang di zaman ini. Silas Black melihat tatapan cerah di mata Xavier Vendove ini. Dan di sana Silas Black mengigat Ratunya. Kedua orang ini tampaknya memiliki masalah yang sama. Menyukai kebersihan yang ekstrim.
105.6K viewsCompletedAdded to Library 133 Times as unpleasant regretevator
Read
+Library
Revenge

Revenge

seru si wanita sadis yang keluar dari dalam mobilnya. "Kami tidak berhasil menemukan pelakor ini, Nona! Kita kembali saja, mungkin dia sudah mati!" ujar Gilbert. "Jangan memerintahku, Gilbert!" tegas wanita sadis penuh kemarahan. Gilbert ketakutan melihat raut wajah wanita sadis ini yang berubah drastis. "Aku tidak bermaksud memerintah Nona ... maafin aku," kata Gilbert dengan lemas.
106.3K viewsCompletedAdded to Library 220 Times as unpleasant regretevator
Read
+Library
Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan

Paula mendengus dan dia pun seperti menyadari akan suatu hal, kendati tidak semuanya. Di dalam pesawat kursi kelas bisnis, Steven duduk santai dan mulai menulis agenda-agenda pekerjaannya serta startegi untuk membalas dendam pada Paula.Tangannya pun pada saku di dalam jasnya yang terdapat gunjalan di dalam sapu tangan. Dia pun mengeluarkannya lalu memeriksa sepotong kayu tersebut. Kemudian mulai mencaritahu tulisan yang ada di atasnya melalui laptop telah tersambungkan dengan wifi pesawat, dia tertegun setelah mengetahui ternyata yang tertulis adalah tulisan mantra-mantra dari seorang dukun ilmu hitam yang bernama Tan Toan dan dia telah meninggal ratusan tahun lalu. Arti dari tulisan itu pun
109.3K viewsCompletedAdded to Library 213 Times as unpleasant regretevator
Read
+Library
RETAK

RETAK

Dia mengecek ponselnya melihat siapa yang mengiriminya pesan. Vitaloka mengembuskan napas kasar sesudah membuka pesan sekaligus membacanya. Sederet kata yang tertulis dalam ponsel itu membuat dia mual serta jijik terhadap laki-laki itu. Sudah beristri masih saja berharap bisa berbalikan dengan dirinya.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as unpleasant regretevator
Read
+Library
Revenge

Revenge

Randu menyindir ketidaksetiaan Frasa. “Terserah, aku tidak lagi peduli dengan semua anggapan itu. Aku tidak ingin lagi terlibat dalam hal yang menentang hukum,” jawab Frasa. “Sejak kapan kamu peduli dengan hukum?” “Sejak aku sadar bahwa perbuatanku bisa merugikan banyak orang. Aku ingin memulai semuanya dari awal. Kukembalikan semua fasilitas yang kamu berikan padaku. Maaf, aku sudah menggunakan kartu kredit itu untuk memenuhi kebutuhanku.” Frasa menyodorkan kunci apartemen, kartu kredit dan beberapa barang yang dia dapatkan dari Randu.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 138 Times as unpleasant regretevator
Read
+Library
Remorse

Remorse

PLAAAK “Sakit bego!” Yunia mulai mengumpat dengan tangan yang mengusap bahu kanannya. “Ngumpat terooos!” Dengan ekspresi puas Nadya menjulurkan lidahnya sengaja. Masih dengan senyum manis, ia kembali menikmati penderitaan dari korban pukulannya itu. “Seneng amat mbak, kualat entar bahagia di atas penderitaan orang!”
103.2K viewsCompletedAdded to Library 117 Times as unpleasant regretevator
Read
+Library
Revansha

Revansha

Nadanya sedikit naik satu oktaf membuat Evan dan Elang terlonjak kaget seketika. Evan dan Elang saling melirik. Namun, Evan lebih dulu menendang kaki milik Elang, membuat sang empunya mengaduh kesakitan. Elang menatap Evan tajam. Ada rasa kesal dalam dadanya. Bukan hanya soal kakinya yang ditendang. Melainkan sepatunya menjadi kotor akibat ulah kaki Evan. "Jawab!" sentak Emil. Sekali lagi Evan dan Elang tersentak sampai menegakkan tubuhnya.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as unpleasant regretevator
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status