Pengantin Tuan Haidar
"Istri tuh dipuji, disayang, bukannya dihina ditindas kayak gini.
Walaupun aku hanya istri sementara kamu, seenggaknya pujilah aku sedikit saja, walaupun kamu harus berbohong supaya aku senang."
Jennie bangun dari duduknya, melangkahkan kakinya meninggalkan sang suami yang masih duduk di saung.
Laki-laki angkuh itu segera menyusul istrinya.
"Jennie sayang, jangan marah dong, suamimu ini 'kan hanya bercanda. Kamu itu cantik, baik hati, pintar bikin kopi, dan sangat menyenangkan."
"Sudahlah Gara, jangan kayak gitu lagi, aku mual dengernya. Lebih baik dihina daripada dipuji sama kamu. Telingaku jadi gatal denger kata-kata dusta dari mulutmu."
Bab Populer