Malam Pertama Sang Istri Kontrak
ong di kejauhan. “Pengecut! Kalau berani, hadap aku langsung!” teriak Arga ke jalan kosong. Aisyah memeluknya dari belakang, menahan tubuhnya agar tidak berlari. “Ga, jangan… mereka sengaja… kalau kamu keluar, mereka puas.” Arga menarik napas dalam, menahan diri dengan susah payah. Ia meraih tangan istrinya, menuntunnya masuk kembali. Di ruang tamu, Aisyah menangis tersedu-sedu. “Ga, aku nggak kuat lagi… setiap hari selalu ada yang baru. Gosip, hinaan, sekarang coretan di rumah. Apa salah kita, Ga? Kenapa mereka benci kita sampai segininya…” Arga menatap wajah istrinya, lalu duduk di sampingnya. “Syah, denger aku. Ini semua bukan tentang kita salah atau benar. Ini karena ada orang yang senga
Hot Chapters