Mertua Bengis dan Pilih Kasih
Jawab suamiku.
Aku tidak berkomentar apapun, kukunci mulutku rapat-rapat khawatir salah bicara. Dalam hatiku menangis membayangkan moment indah kami saat itu. Jujur, ia adalah cinta pertamaku, aku memilih move on karena ia tiba-tiba pergi tanpa kabar. Sebenarnya, Papa menginginkanku menikah dengan lelaki bertubuh tinggi kurus itu. Namun, apa mau dikata? Setahun tidak ada kabar membuat Papa menginginkan aku melupakannya. Ia tak kan pernah membayangkan bagaimana terlukanya aku, menunggu dia, tersiksa tanpa keputusan.
"Itu berkat Tuhan, Mas! Oke kalau begitu, saya pulang saja, saya rasa sudah tidak ada lagi yang harus saya lakukan di sini, kasihan Kanaya kelelahan." Katanya.
Bab Populer