PENDEKAR Sabda JAGAD
Kedua harimau itu segera menunduk, dengan dua kaki belakang menyentuh tanah.
Haaurrmmsshhkk..!! Dua harimau itu mengaum lirih, seraya tetap tundukkan kepalanya.
"Ka-kalian kenapa?! Mana Eyang putri?!" seru Kirana terbata cema.
Ya, Kirana seperti melihat dan merasakan suatu keanehan, serta suasana kesedihan pada Ki Loreng dan Ki Maung saat itu.
Haauurrmmm..sshhk..!! Kedua harimau itu mengaum keras dan panjang, seolah menyatakan suatu kepedihan yang teramat sangat melalui auman mereka.