Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ANAK 50 JUTA

ANAK 50 JUTA

ANAK 50 JUTA “Stop, Mas! Dia bukan anakmu! Ayah anak ini sudah mati lima tahun yang lalu.” Kurebut erat Miko---anak lelakiku dari laki-laki yang akhir-akhir ini datang dan mengaku sebagai ayahnya. “Jangan bohong kamu, Anita! Dia bahkan sangat mirip denganku,” ucap Mas Rafi. “Dasar tak tau malu! Bukankah dulu statusmu sudah ditukar dengan uang 50 juta?” tegasku.
8.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai kawan55 slot
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Sang Pewaris Tunggal

Kebangkitan Sang Pewaris Tunggal

Raven mencoba melerai. Tapi Killian mengabaikannya. Ia merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah kartu debit. Dengan kasar, ia melemparkan kartu itu ke wajah Klein. "Nih! Di kartu ini ada 500 juta. Ambil saja semuanya dan pergi dari sini. PIN-nya 123456. Mudah diingat 'kan, untuk orang sepertimu?" Klein menangkap kartu itu dengan gerakan mulus, wajahnya tetap tanpa ekspresi. Ia melirik kartu di tangannya sejenak, sebelum mengeluarkan ponselnya.
1038.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai kawan55 slot
Baca
+Pustaka
Kawin Sama Mantan

Kawin Sama Mantan

"Apa yang kalian lakukan di ruangan ku? Keluar. Kelu-" Davian terdiam saat melihat pria itu mengangkat kartu emas lambang keluarga Agraf. Kata katanya bahkan tertelan kesunyian. "Aku Wenart, nona mudaku menginginkan seluruh asetnya kembali secepatnya! Dan aku bekerja dibawah perintah tuan Tua keluarga Agraf. Jika kau memiliki keberatan, kau bisa hubungi tuan Tua."
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai kawan55 slot
Baca
+Pustaka
1001 Reinkarnasi Dewi Bulan Merah

1001 Reinkarnasi Dewi Bulan Merah

500 Koin Emas Meiyin, "50.000 Koin emas." Semua orang di lantai bawah melihat keruangan Meiyin, dan hanya mendapat tatapan merendahkan dari Meiyin. 50.000 1x, 50.000 2x, 50.000 3x !!! "Baiklah tidak ada yang menawar lagi, maka Pedang Angin ini menjadi Milik Tuan Di Ruang VVIP 3."
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai kawan55 slot
Baca
+Pustaka
Kafan Hitam

Kafan Hitam

tanya salah seorang pegawai. “Insyaallah siang ini kalau tak ada halangan,” jawab Rojali, “bukannya biasanya juga begitu?” Para pekerja saling melempar pandangan. “Punteun, bagaimana kalau hujan?” Pekerja lain ikut bertanya. “Bisa saja malam atau keesokan harinya,” jawab Rojali tak yakin. Lima orang pekerja kembali saling berpandangan. Wajah kelima pria itu tampak gelisah. Mereka saling menyikut satu sama lain, memberi kode agar salah satu di antara mereka ada yang mau berbicara.
9.775.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai kawan55 slot
Baca
+Pustaka
ARWAH SI KEMBAR

ARWAH SI KEMBAR

cercaku bertubi-tubi, karena aku geram sekali dengan sikapnya selama ini yang sepertinya selalu menutup-nutupi banyak hal tentang dirinya. "Kok, kamu malah percaya sama orang lain, sih, Dew! Aku ini suamimu!" Ia yang merasa tak terima pun membentakku hingga membuat nyaliku sedikit ciut. Entahlah, sepertinya orang yang bersalah memang selalu pandai menutupi kesalahannya dengan berbalik marah. "Yang ajak Mbah Wongso kesini 'tu kamu lo, Mas, bukankah itu berarti kamu memercayai kemampuannya?"
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai kawan55 slot
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status