Terjerat Gairah Pembantu Cantik
“Karena dia satu-satunya alasan aku hidup, brengsek!”
Dan dengan teriakan menggelegar, Jean menghimpun semua kekuatan yang tersisa—semua amarah, semua cinta, semua keputusasaan. Ia mendorong keras, sekuat tenaga, sampai terdengar suara "krak!" dari pundaknya sendiri—entah apa yang retak.
Namun logam besi itu hanya bergeser sedikit. Sangat sedikit.
"Nilam..." Jean memanggil lagi, suaranya nyaris tak terdengar, seperti rintihan doa yang tercekat di kerongkongan. "Kamu kuat... aku tau kamu bisa bertahan."