Tergoda Gairah Pembantuku
Mila hampir menangis karena ketakutan.
"Saya gak akan ngapa-ngapain kamu, saya cuma pengen meluk kamu aja! Gak lebih, Mil." Rendi mendekatkan kepalanya pada bahu Mila, membuat tubuh Mila merinding hebat karena sentuhannya.
Mil, Mila ... Kamu hangat sekali, berbeda jika aku memeluk Firly. Rasanya sudah tak ada gairah mendalam saat dengan Firly. Apalagi, Firly lebih mementingkan karirnya daripada aku. Kini, baru aku sadari, ternyata aku mempunyai seorang pembantu yang bisa membuatku kembali bergairah. Maafkan aku, Firly. Aku sungguh hanya ingin memeluknya saja, tak lebih.
Hot Chapters