ANNOYING NEIGHBOR
"Kamu mau minta tolong buat—"
Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, sebuah dorongan kuat menghantam punggungku dari belakang, membuatku terjerembap ke lantai yang berdebu.
BRAK!
Pintu gudang dibanting menutup dengan nyaring, disusul suara kunci yang diputar dua kali dari luar.
"Darren! Kamu ngapain?!" pekikku panik. Aku langsung bangkit berdiri, berlari ke arah pintu dan menggedor permukaannya dengan kasar. "Darren, buka!"