Luka yang Disembunyikan Istriku
"Dari mana aku tau semuanya, Abang gak perlu tau. Yang penting sekarang, Abang bakalan susah buat sembunyiin semuanya dari Ibu."
"Itu biar jadi urusan Abang. Kamu gak usah peduliin."
Ponselku kembali berdering. Ibu lagi, kenapa, sih?
"Ibu, ya?"
"Iya. Sebentar aja."
Setelah menggeser tombol berwarna hijau, aku langsung melangkah menjauhi Nisa. Dia tidak boleh tau semuanya.
"Kamu pulang sekarang. Si Ani nyebelin banget."