Kekasih yang Tak Pantas Dipertahankan
Pacarku adalah pewaris di lingkatan elite ibu kota, kekayaannya bernilai ratusan triliun.
Untuk mengujiku, dia tidak pernah membelikanku hadiah apa pun selama tujuh tahun bersama, bahkan tidak pernah mengeluarkan sepeser pun untukku. Sekadar mampir ke minimarket membeli alat kontrasepsi saja, dia tetap menghitung dan membaginya setengah-setengah denganku.
Kemudian, ibuku sakit keras. Aku meminjam ke semua kerabat dan kenalan, tinggal kurang empat juta lagi agar biaya operasi bisa terpenuhi.
Namun, tidak peduli bagaimana aku memohon, pacarku tetap tidak mau meminjamkan uang itu.
Aku mengurus pemakaman ibuku sendirian. Saat pulang ke rumah dan membereskan barang-barang, aku tanpa sengaja menemukan daftar hadiah yang dia belikan untuk adik perempuan tetangganya.
Vila pegunungan pribadi, tas-tas mewah, perhiasan bernilai ratusan juta rupiah.
Di sana juga ada potongan percakapan dia dengan teman-temannya.
"Kak Arka, katanya Svara sampai berlutut hanya untuk meminjam empat juta darimu, itu benar?"
Arka terkekeh dingin, suaranya terdengar santai dan meremehkan, "Apa yang Dinda bilang memang benar. Demi empat juta saja dia sampai berlutut ke sana kemari, kalau bukan perempuan matre, lalu apa?"
"Baru tujuh tahun bersama, tapi dia sudah nggak sabar ingin mengeruk uang dariku."
Baru saat itu aku sadar, ujian tujuh tahun itu hanyalah akibat hasutan dari adik tetangganya.
Tidak masalah.
Karena sejak ibuku meninggal, aku sudah memutuskan untuk meninggalkan dia.