Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
I Saed Lupyu

I Saed Lupyu

Deru ombak dari ujung samudra mendekat ke arah bibir pantai, membawa aroma garam yang menusuk penciuman, membuyarkan keheningan di antara kami. “Datang ke sini udah aku siapin jauh-jauh hari. Aku enggak mau semuanya berantakan,” ucap Sae sambil menoleh ke arahku. Aku masih memainkan bara api dengan kayu di tangan, sambil sesekali menoleh pada ombak yang terus menjilati bebatuan karang. Aku menelan ludah pelan, lalu berdeham, berusaha menertralkan suaraku. “Semua berjalan lancar, kok,” jawabku pelan. Namun, aku yakin Sae bisa mendengarnya dengan jelas.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai seaside quotes
Baca
+Pustaka
Rayuan Maut Para Tetanggaku

Rayuan Maut Para Tetanggaku

Suara deburan ombak menyambut kami, memberikan melodi alam yang menenangkan. "Indah banget, kan?" bisik Sabrina saat kami melangkah keluar menuju pasir putih yang masih terasa hangat. "Sangat indah, tempat ini bikin tenang." jawabku berbinar, menatap keindahan pantai. Meski sudah larut, masih ada beberapa orang penjaga villa yang menyapa kami dengan sopan. Sabrina mengajakku berjalan-jalan di tepi pantai.
1082.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai seaside quotes
Baca
+Pustaka
HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)

HASRAT LIAR CEO (Perawan 200 Juta)

Namun tak satu pun dari mereka bisa menghapus senyum puas di wajah masing-masing. Pagi itu terasa begitu hidup. Lautan membentang biru di depan vila, dengan ombak kecil yang tenang menghempas bibir pantai. Sahira duduk di atas tikar rotan, sesekali mengipasi arang sambil memerhatikan sosis-sosis besar yang mulai menghitam di atas panggangan. Di sebelahnya, lobster-lobster yang telah dibumbui dengan mentega dan rempah mengeluarkan aroma yang menggoda, menari-nari bersama asap yang mengepul.
10124.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai seaside quotes
Baca
+Pustaka
Sang Mantan Pelacur

Sang Mantan Pelacur

Namun, lebih pada rasa kemanusiaan terhadap sesama. Kemilau jingga menyapa alam semesta, cahaya yang mengenai air laut memantulkan keindahan tersendiri. Selalu saja sunrise dan sunset begitu indah ketika berpadu dengan pantai serta airnya. Tangan kanannya menuliskan sesuatu pada pasir sebelum tersapu ombak pada akhirnya. Pagi ini, Adilla akan meninggalkan pulau ini, kembali pada rutinitas pekerjaan yang sesungguhnya.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai seaside quotes
Baca
+Pustaka
Skandal sang Nyonya Muda

Skandal sang Nyonya Muda

Ombak terus berkejaran, dan matahari perlahan turun, meninggalkan cahaya jingga di cakrawala. Sebelum benar-benar gelap, Nayara berdiri. Ia menepuk-nepuk pasir di bajunya. Rei ikut berdiri di sampingnya. “Kalau suatu hari kamu benar-benar sembuh,” ucap Rei pelan, “datanglah ke pantai ini lagi. Aku ingin tahu apakah lautnya masih tenang sepertimu sekarang.” Nayara tersenyum samar.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai seaside quotes
Baca
+Pustaka
Hari-hari Dimanjakan Paman

Hari-hari Dimanjakan Paman

Vera tiba-tiba menerjang ke hadapan Lisea dan berkata, "Tentu saja nggak cukup!" "Laut ini sangat misterius. Matahari terbit dan terbenam di laut itu berbeda dengan tempat lain." "Kalau bisa, aku mau tinggal di tepi laut selamanya! Kalau kamu? Jangan-jangan kamu sudah bosan, ya?" Lisea baru meletakkan pensil di tangannya dan memandang pemandangan di kejauhan sambil menjawab, "Aku mau pergi ke tempat yang lebih jauh."
9.51.4M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37.9K kali sebagai seaside quotes
Tampilkan Ulasan (267)
Baca
+Pustaka
Mei Ika
aku dh bca pamela, kalana dan agam udah diganti lagi cerita tentang jonson dan di ganti lagi dg philips.. syngnya cerita philips cuma aku baca sebentar. aku kira author bakalan nyelesaiin cerita pamela yg menurut ku belum selesai. teka teki yg belum terpecahkan. tapi sudah di ganti2 pemeran
Anava
Agam dan Pemela menikah lagi dan bulan Madu di bab 1895-1898 (Keluarga berkumpul kembali) loveeee... bgt .... Author sangat pandai membuat hati bertalu², emosi, bahagia benar² bisa membuat pembaca larut dalam kisah... Bikin cerita lagi dong Thor, tp jangan panjang² episode nya ...
Baca Semua Ulasan
Bos Arogan itu Mantan Pacarku

Bos Arogan itu Mantan Pacarku

Angin sepoi menyapa, dimana tiap rengkuhan rasa dingin itu, membawa beberapa helai rambutku terbang hingga kuncir kuda yang dibuat reynan tampak menari, mengekspose leher jenjangku. Aku menatap air laut, dimana ombak kecil terus mendekat kearah kami, bersamaan dengan sinar jingga yang mulai turun dari paraduannya, menghadirkan rasa tenang dengan kehidupan yang semakin tak berpihak kepadaku. “Viv, melihat matahari tenggelam, indah bukan?”
1089.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai seaside quotes
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Atasanku

Terpaksa Menikahi Atasanku

Langit sore mulai berubah jingga, membingkai lautan luas dengan cahaya keemasan. Debur ombak terdengar lembut, bersahutan dengan angin semilir yang mengibaskan ujung rambut Latisha. Ia duduk di atas pasir hangat, membiarkan jemarinya menyentuh butiran halus pantai sambil memandangi garis cakrawala.
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai seaside quotes
Baca
+Pustaka
Pria yang Tidur Denganku Ternyata Paman Tunanganku

Pria yang Tidur Denganku Ternyata Paman Tunanganku

“Indah sekali!” Sasha bergumam senang melihat hamparan pasir putih yang ada di hadapan mereka. Dari teras, garis horizon tampak seolah menyatu dengan laut biru yang tenang. Udara pantai masuk membawa aroma asin laut yang disukai oleh Sasha. “Kamu suka laut?” tanya Jade sambil mencubit gemas pipi Sasha. Sasha mengangguk. Ia menghirup aroma laut banyak-banyak. “Aku suka,” sahutnya kemudian.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai seaside quotes
Baca
+Pustaka
Suara Hantu di Kamar Tamu

Suara Hantu di Kamar Tamu

Mobil terus melaju, aku tak tahu mau hendak ke mana. Tiba-tiba, mobilku sudah berhenti di pinggir laut. Aku segera turun dan menatap ke tengah sana, ombak yang selalu berkejar-kejaran tanpa lelah. Rasa asin yang selalu setia menemani ciri khas laut. Tak dapatkah Syilvina menjadi rasa manis yang selalu setia bersamaku hingga kakek nenek nanti? Mengapa dia malah menyuguhkan kepahitan ini. Kembali dada ini terasa sesak.
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 692 kali sebagai seaside quotes
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status