Engkau Talak, Aku Tak Menolak
tanya Arga, tatapannya begitu antusias ke arah Diah.
Diah menelan ludah, balas menatap Arga dengan was-was.
“Nggak enak, ya? Aku baru belajar bikin sih, Mas. Kalau kurang rasanya, mohon dimaafkan ya,” perlahan-lahan, Diah menjawabnya.
Arga tertawa kecil menanggapi perasaan insecure Diah.
“Ini enak, Di. Layak untuk dijual,” sergah Arga, sukses membuat perempuan berparas manis itu terbelalak.