Sentuh Aku Lagi, Sayang!
“Sepi yang kita butuhkan. Hanya ada kita, dan langit yang mulai dipenuhi bintang.”
Mereka berdiam seperti itu beberapa saat, menyaksikan warna jingga di ufuk barat memudar menjadi ungu kebiruan. Bintang-bintang muncul satu per satu, seperti titik-titik cahaya kecil yang baru dinyalakan.
“Nggak terasa, ya, Ren,” gumam Dara. “Hari ini kita sudah sah. Bukan di hadapan banyak orang. Tapi di hadapan hukum, dan di hadapan mereka yang benar-benar penting.”