Roommate with Benefits
Situasinya memang tidak memungkinkan mengingat bahwa rasa nyeri di bagian belakang kepala masih dirasakannya.
Tepat saat waktu sudah menunjuk angka sembilan pagi, Ikarus menggandeng tangan Hera keluar dari kamarnya. Satu tangan lainnya menyeret koper, bersamaan dengan Eros dan Rhea menoleh ke arah mereka.
“Ra, lo nggak apa-apa?” tanya Rhea yang terlihat khawatir sekarang.
“Gue nggak apa-apa, Rhe. Cuma… sedikit pusing aja.” Hera menghela napas. “Sorry, ya? Ikarus nggak ngizinin gue pergi ke Lembang, nih. Gimana, dong?”
Hot Chapters