Sentuhan Panas Suami Dingin
"Saat kau memelukku, saat tangan nakalmu menyentuh dadaku, saat suaramu merengek manja padaku, saat mulutmu terus meminta dinikahi olehku, saat jemari nakalmu bermain di perutku, saat … saat matamu mengerling."
Wajah Lea pucat pias dan menegang kaku. Seketika cengiran terukir lebar di bibirnya. "Ya kalau aku nggak manas-manasi Pak eh maksudnya Mas, esnya mana mau cair. Mas itu kayak nasi, harus dihangatin terus oleh Magic com biar enak."
"Benar. Sekarang nasi butuh kehangatan magic com," ucap Haiden sembari menyunggingkan smirk tipis.