Antara Cinta dan Luka
Tapi cukupkah buat beli maaf?
Flashback 2015. Studio Kemang pukul 02:14 dini hari. Lampu merah neon berkedip di dinding peredam busa kuning, bau asap rokok Marlboro mentol bercampur kopi instan Kapal Api yang sudah dingin di gelas plastik. Vita berdiri di depan mikrofon Neumann U87, rambut panjang hitam tergerai, mata tajam, kaus putih polos basah keringat. Suara seraknya mengisi ruang, Nada yang Patah karya Budi Santoso, tapi kredit di kertas kontrak tertulis VITA. Rian muda di konsol mixing, kaus hitam polos, rambut acak-acakan, jari gemetar di fader. Budi di sudut, jaket kulit usang, mata dalam, tangan kosong. Lagu ini milikku. Budi suara pelan. Kamu cuma produser. Vita balas dingin. Kont