Gairah Nakal Brondong Pemikat Hati
Ia mengangguk dengan cepat, lalu berbalik, mengambil ponsel dari saku jasnya sambil merangkak menjauh, berusaha menghindari tatapan gila Arman.
Di atas panggung, Arman tertawa sinis, tawa yang terdengar sangat kejam dan putus asa, mencerminkan kehancuran jiwanya. "Ambulans? Untuk apa? Agar dia bisa mati di rumah sakit? Jangan buang-buang waktu, Vivian. Kau lihat? Tidak ada yang berani melawanku. Kembali padaku, dan aku akan melupakan semua ini." Tawarannya adalah cerminan dari egonya yang terluka, sebuah upaya terakhir untuk mengendalikan situasi yang telah lepas dari kendalinya.
Vivian mendongak, matanya yang bengkak kini memancarkan kebencian murni, kebencian yang telah lama terpendam. "Ka
Hot Chapters