Tunanganku Menyesal Setengah Mati
Pada hari mengurus akta pernikahan, nama pengantin pria di akta malah berubah.
Tunangan pacarku, si putri mafia itu memeluknya sambil menatapku dengan senyuman penuh kemenangan.
"Penipu cinta dan tuan muda palsu, bukankah sangat serasi?
Aku tak meladeninya dan hanya menatap pacarku.
Dulu, saat dia baru saja dijemput kembali oleh keluarga mafia sebagai tuan muda yang asli, dia bahkan sanggup menanggung hukuman keluarga selama tiga hari tiga malam demi bisa menikahiku.
Namun, dia malah mengangguk setuju hari ini.
"Hanya bercanda saja, kamu nggak akan marah, 'kan?"
"Ini hanya akta pernikahan, tunggu sampai Tasya sudah puas dan senang, kalian bisa cerai. Setelah itu kita bisa membuat akta pernikahan baru."
Aku tersenyum.
Lalu berbalik dan melangkah ke arah tuan muda palsu itu.
"Akta pernikahan sudah di tangan, suamiku. Sudah saatnya kita merencanakan pernikahan kita baik-baik."