Yang Terpilih
Sedangkan dirinya sendiri duduk di sisi berseberangan, di dekat pintu, dengan rokok di jari yang siap disulut.
Mereka berdua diam, sedangkan cakrawala terus berubah warna. Dari biru yang cerah, hingga menjadi jingga yang merona. Rosa menarik napas panjang, kemudian mengangkat wajahnya, bertemu tatap dengan mata Mardi yang menatapnya begitu lekat.
“Nggak jadi, Bang…” ucap Rosa lirih.
“Apanya?”
“Itu … sewa rahim. Kliniknya nolak katanya….”