LOVE and LIE
Dia menghela napas, kala laki-laki itu langsung mengalihkan pandangan.
Menunduk memperhatikan meja makan yang dilapisi kaca. Senyum miring terbit di bibir Aara yang tidak dipoles sama sekali.
Fawaz boleh saja terus menghindarinya, tapi dia tidak akan menyerah. Karena dia percaya masih ada sebagian rasa cinta di hati laki-laki itu kepadanya.
"Nilam, tolong buka pintu," teriak Laras saat mendengar bunyi bel pintu.
Hot Chapters