Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
The last name I never planned to keep

The last name I never planned to keep

CEO vs Doctor Kung kailan gising na yung taong totoo mong minahal saka naman... makikita mo ang pagmamahal niya. Paano mo malalabanan 'yon?
Romance
402 viewsOngoing
Read
Add to library
Terlahir Kembali: Menjauhi Keluarga yang Membunuhku

Terlahir Kembali: Menjauhi Keluarga yang Membunuhku

"Setelah terlahir kembali, aku menjauhi keluargaku dan pacarku. Mereka ingin merayakan ulang tahunku, aku berpura-pura sedang dinas luar kota. Orang tuaku menyuruhku pindah kembali ke rumah, aku langsung membeli sebuah rumah sendiri di malam itu juga. Bahkan ketika pacarku mengatakan ingin menikah, aku malah berbalik dan mendaftarkan pernikahan dengan orang lain. Semua ini karena aku dan adikku terjebak dalam banjir di kehidupan sebelumnya. Aku beruntung karena tersangkut di dahan pohon dan selamat, sementara adikku, Greta, tenggelam dan meninggal. Orang tuaku mencekik leherku sambil memaki, "Kalau bukan karena kamu, mana mungkin Greta bisa mati!" Pacarku, Ardhen, berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Setelah menghiburku, dia menikah denganku. Namun, saat seluruh keluarga berlibur dengan kapal pesiar pada hari ulang tahun pernikahan kami, aku malah didorong sendiri oleh mereka dari dek kapal. "Biar kamu juga merasakan, bagaimana rasanya mati karena tenggelam!" Ternyata, mereka semua menganggap kematian adikku adalah salahku. Sedari awal, orang yang dicintai pacarku juga adalah adikku. Di kehidupan ini, aku memilih hidup untuk diriku sendiri. Saat membuka mata lagi, aku kembali ke hari ketika aku dan adikku sama-sama jatuh ke air."
Short Story · Realistis
5.5K viewsCompleted
Read
Add to library
Calon tunanganku yang direbut adik angkatku

Calon tunanganku yang direbut adik angkatku

Hari ketika aku mengambil foto pernikahan, putri angkat di keluargaku melepas tudung pengantinku dan berkata dengan suara yang keras: "Adik, bukankah kamu putri angkat keluargaku, kenapa kamu kesini?" "Hari ini adalah hari yang aku mengambil foto pernikahan dengan Felix, sikapmu yang seperti ini bukankah akan mempermalukan Grup Setiawan?" Jika ini sebelumnya, aku pasti sudah kabur sambil menangis. Tapi kebetulan, aku sudah hidup kembali. Aku menampar wajah Maudy: "Apa hakmu untuk berbicara denganku? Siapa kamu, berani-beraninya mengambil foto pernikahan dengan Felix?" "Menurutmu apakah kamu mampu memikul tanggung jawab atas nama Grup Setiawan!"
Short Story · Reinkarnasi
11.6K viewsCompleted
Read
Add to library
ANG PIYAYA NI PIPAY

ANG PIYAYA NI PIPAY

“Pipay!” galit na sigaw ng aking madrasta mula sa kanyang silid habang abala sa pag-aayos ng kanyang mukha. Halos magputok ang ugat sa kanyang leeg, na para bang ako ang dahilan ng lahat ng problema niya sa buhay. “Bakit po, Madam?” mahinahon kong sagot habang tuloy sa paglalampaso ng sahig. “Madam”—iyon ang itinawag niya sa akin mula pa noong una, at dahil sa takot, hindi ko na rin inusisa kung bakit. Ako nga pala si Piazza Fontana Vega, o mas kilala bilang Pipay. Dalawampu’t dalawang taong gulang na ako, ngunit hanggang Grade 5 lang ang naabot ko. Natigil ako sa pag-aaral noong mag-asawa muli ang aking ama. Simula noon, naging parang alipin na ako ng aking madrasta. Araw-araw, pareho lang ang eksena sa bahay. Ako ang gumagawa ng lahat ng gawain habang si Madam at ang kanyang anak na si Claire ay nag-e-enjoy sa luho ng buhay. Pero kahit ganoon, may lihim akong pangarap. Minsan, sa mga tahimik na gabi, iniisip ko kung darating ba ang araw na makakawala ako sa ganitong sitwasyon. “PIPAY!” muling sigaw ng aking madrasta, na tila mas nagiging galit pa. Agad kong iniwan ang mop at tumakbo sa kanyang kwarto. Kailangan kong magmadali. Kapag natagalan ako, mas matindi ang parusa. “Madam, may kailangan po ba kayo?” magalang kong tanong sa aking Madrasta. "Bakit ba ang bagal mong kumilos? HETO! Labhan mo pati ang damit ng anak ko!” sigaw niya, sabay hagis sa akin ng maruruming damit. Tumama ito sa aking mukha, pero wala akong nagawa kundi damputin ang mga ito. “Opo, Madam,” sagot ko, habang pinipigil ang pagbagsak ng luha.
Romance
1021.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta yang Tak Bisa Kembali

Cinta yang Tak Bisa Kembali

Di ruang tamu rumah tergantung sebuah lukisan. Lukisan itu menggambarkan suami, anak, dan adik perempuan Jasmine. Sampai akhirnya, dia mendengar anaknya sendiri berkata, "Kalau ada orang keempat di lukisan ini, pasti itu adik perempuan yang dilahirkan oleh Tante untukku." Sejak saat itu, Jasmine tak lagi memiliki alasan untuk bertahan. Dia mengajukan diri untuk menjadi mata-mata di tempat paling gelap dan paling berbahaya. Mulai hari itu, Jasmine dan mereka ... tidak punya hubungan apa-apa lagi!
Short Story · Romansa
15.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Setelah Semua Penderitaan Berlalu

Setelah Semua Penderitaan Berlalu

Suamiku selalu dipuji oleh teman-teman sebagai suami idaman. Semua orang bilang dia begitu mencintaiku dan menjagaku sepenuh hati. Hingga akhirnya aku pergi melakukan pemeriksaan kehamilan. Kakak sepupuku meneleponnya untuk berpamitan sebelum bunuh diri. Tanpa ragu sedikitpun, dia meninggalkan aku yang sedang hamil enam bulan dan pergi menemuinya dengan panik. Ibuku malah memintaku untuk berlapang dada dan ‘meminjamkan’ suamiku pada kakak sepupuku yang sedang depresi. Abangku juga memarahiku, “Kamu bisa tetap tinggal di rumah ini juga karena Susan membelamu! Jadi, apapun yang dia mau, kasih saja padanya!” Aku merasa ini sungguh keterlaluan. Padahal aku adalah keluarga kalian yang sebenarnya, dia hanyalah pencuri yang merebut posisiku. Namun, saat akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan kalian semua, kenapa justru kalian yang menyesalinya?
Short Story · Realistis
10.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Emergency Betrayal: Second Chances

Emergency Betrayal: Second Chances

Madam Pratt, my mother-in-law, was in critical condition after a car accident, desperately needing surgery. However, as the lead surgeon, I—Lilianne Davis—stood by, casually scrolling through short videos on my phone. My best friend, Tiffany Owens, who was also a doctor, was far more anxious than I was. She grabbed my hand and pulled me toward the operating room. “Lily, why are you still stalling? Hurry up and save her!” I took a step back, clutching my stomach in pain as her face twisted in shock. “I have cramps so bad I can’t even stand. You do it.” In my last life, the moment I heard about Madam Pratt’s accident, I had swallowed a painkiller and rushed into surgery, working for hours to stabilize her. I had barely stepped away from the operating table when alarms blared. “Lilianne, what have you done? The patient is experiencing acute hemolysis!” “Call the family now!” Gareth Pratt stormed in, his face twisted with rage. He slapped me hard in the face. “Lil, you’re a professional surgeon, yet you gave my mother the wrong blood transfusion?!” I froze, reaching for Madam Pratt’s medical report to explain, only to find that the A-type blood I had seen before had somehow changed to B-type. The medical board arrived, and a blood test revealed traces of hallucinogens in my system. “Unbelievable! Taking illegal substances before surgery? That’s a cardinal sin for a doctor!” In the chaos, Emma Pratt, Gareth’s teenage sister, grabbed a scalpel and stabbed me multiple times. Blood gushed from my arteries, and I collapsed in a pool of crimson. As my vision faded, I couldn’t understand what had happened. I had never taken illegal drugs. Besides, I was absolutely certain of Madam Pratt’s blood type. When I opened my eyes again, I had returned to the moment right before stepping into the operating room.
Short Story · Rebirth
3.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta, Dendam, dan Takdir

Cinta, Dendam, dan Takdir

Saat seluruh keluarga merayakan ulang tahun adikku, aku dikunci di pabrik terbengkalai, dengan darah yang terus mengalir. Adikku menyewa empat preman, menyiksaku hingga nyaris mati. Dengan sisa tenaga, aku merangkak sedikit demi sedikit mengambil ponsel, lalu menelepon suamiku. "Laurent, aku terluka parah, cepatlah datang selamatkan aku ... di pabrik yang nggak jauh, nggak akan menyita banyak waktumu." Mendengar suaraku yang rendah hati dan lemah, suamiku mencibir, "Elena, menangis nggak mempan, sekarang mulai jual kasihan, ya?" "Kamu sampai tak segan melakukan apa pun demi merusak pesta ulang tahun adikmu. Cepat bawa hadiah dan pulang untuk minta maaf padanya. Kalau nggak, kali ini kamu nggak akan kuampuni!" Belum sempat aku berbicara, dari seberang telepon sudah terdengar suara adikku memanggilnya. Suamiku tidak tahu, pada detik telepon itu ditutup, aku sudah tidak membutuhkan pengampunannya lagi. Dia juga tidak tahu siapa mayat berbau busuk yang membuatnya, seorang ahli forensik senior, mengernyit dan menghindar. Itu adalah istrinya sendiri yang telah dia benci selama bertahun-tahun.
Short Story · Romansa
17.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Setelah Aku Menurut, Keluargaku Menjadi Gila

Setelah Aku Menurut, Keluargaku Menjadi Gila

Pada tahun keenam setelah diusir dari keluarga kaya karena dianggap sebagai putri palsu, aku bertahan hidup dengan menjual darahku. Baru saja aku menerima sedikit uang dan hendak menghubungi dokter untuk membeli obat, seorang pengawal menendang belakang lututku dengan keras. Saat jatuh berlutut, aku mendengar seorang wanita kaya berteriak tak terkendali. "Dasar anak nggak tahu terima kasih! Apa yang kamu lakukan di sini? Apa kamu mau coba celakai Sophia-ku lagi?" Sebuah tamparan keras mendarat di wajahku. Aku baru menyadari bahwa itu adalah ibuku yang sedang mengumpulkan sumber darah untuk putri kesayangannya, Sophia. Melihat ibuku yang putus asa, kakak laki-lakiku, Owen, segera memerintahkan para pengawal untuk mengusirku. Dia menatap uang di tanganku dan mencibir, "Sepertinya, beberapa tahun terakhir masih belum mengubah sifatmu. Demi kemewahan semu, kamu bahkan rela menjual darah untuk dapatkan beberapa ratus ribu." "Sophia akan lulus dan pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studi dalam setengah bulan. Dia nggak butuh perhatian eksklusif keluarga lagi, sedangkan kamu juga nggak akan bisa menindasnya. Nanti, aku akan jelaskan alasannya kepada Ayah dan Ibu, lalu membawamu pulang. Kamu akan tetap menjadi tuan putri di rumah." "Pulang ... tuan putri?" gumamku. Akhirnya, aku hanya menggeleng dan tertawa terbahak-bahak. Aku mengidap penyakit ALS, penyakit saraf yang bisa menyebabkan tubuh lumpuh secara perlahan. Penyakit ALS-ku berkembang terlalu cepat dan aku bahkan tidak akan mampu bertahan sebulan lagi. Lagi pula, ketika dia menuduhku sebagai putri palsu demi Sophia yang hanyalah seorang anak dari keluarga miskin, aku sudah lama kehilangan rumah.
Short Story · Realistis
1.8K viewsCompleted
Read
Add to library
KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA

KASIH SAYANG PARA WANITA SOSIALITA

“Jangan terus siksa Madam seperti ini, Lex. Please, Lex! Lakukan, Lex, oooh…!” Itu adalah contoh salah racauan dari seorang wanita sosialita, ketika menghendaki agar Alex berbuat lebih jauh terhadap dirinya.
Urban
104.7K viewsOngoing
Read
Add to library
PREV
1
...
1617181920
...
29
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status