Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

Kreatif sekali Lang ini, berbeda dari yang lain. "Hai, Kak Elang! My name is Maesya Apriliana Zhafran. You can call me Mae. Cewek tercantik se–se–se–apa, ya?" Mae mengetuk dagunya seperti orang yang sedang berpikir. Mae mengguncang-guncangkan lengan kekar Lang. "Se–se–apa, Kak? Bantuin, dong. Pusing, nih. Se–se—" "Serah lo dah!" Mae memutar bola mata malas.
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai mae nak
Baca
+Pustaka
Rahim Kedua CEO

Rahim Kedua CEO

Anne tak ingin tertipu untuk kedua kalinya dengan wajah-wajah naif serupa. “Iya. Ada yang bisa saya bantu?” Senyum Anne terkulum dengan baik. “Apa benar ini kediaman Maeve?” tanyanya. “Saya Anne Wulandari, teman Mara.” “Teman Kak Mara?” Gadis itu terlonjak kaget. Mulutnya berubah membentuk huruf o cukup lebar. “Silakan … silakan masuk, Kak. Kebetulan Kak Maeve lagi di belakang rumah, segera saya panggilkan.”
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai mae nak
Baca
+Pustaka
DILEMA DUA HATI

DILEMA DUA HATI

“Jauh, Nak, dari kotamu.” ‘Ibu, sudahlah jangan tanya-tanya lagi. Bingung aku harus cari alasan apa,’ sahut Maira di dalam hati saja. “Kau sudah makan, Nak?” Naina masih ingin menahan Maira di rumahnya. Ia tahu kalau perasaan Fahmi masih sama seperti dulu. “Sudah, Bu.” Kriiiiuuuk! Tak singkron, tiba-tiba saja perut Maira berbunyi karena memang belum makan dari pagi.
1010.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai mae nak
Baca
+Pustaka
Kembalinya Kesatria Pedang Giok Hitam

Kembalinya Kesatria Pedang Giok Hitam

Mae adalah anak bawaan Ayahnya, yang setelah menikah, barulah ada Ho, A liang dan ibunya Nira. Sejarah keluarga besar Mae sudah menutupnya rapat-rapat karena ia adalah keturunan ke 13 dari klan ibunya. "Ho, aku takut melakukan ini. Aku takut tak bisa kembali pada diriku sendiri. Aku —" Mae terisak. Dirinya tak mau kembali ke masa silamnya. "Kak Mae, percayalah kau bisa." "Sudah bertahun-tahun aku kubur dalam-dalam mantra itu, dan aku tak bisa mengingatnya lagi."
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai mae nak
Baca
+Pustaka
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

“Tenang Bu! Aku akan menjaga Zaara Nadira dengan baik dan sepenuh hatiku.” Seseorang menyahut di balik ambang pintu ruang tamu. Mae dalam balutan feminimnya, sebuah dress selutut berwarna pink bermotif bunga tulip. Rambutnya dicat warna-warni mirip kembang gula. “Nitip Zaara ya, Mae!” ucap Fatimah menoleh ke arahnya. “Siap komandan!” Tangan Mae menirukan gaya hormat saat upacara.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai mae nak
Baca
+Pustaka
MAAF! AKU CACAT

MAAF! AKU CACAT

“Tidak apa, Nak. Lagian kamu kayaknya salah paham. Maksud Tante bukan pergi selamanya.” Alisku mengerut dan Tante Anita sepertinya sadar, terbukti dia menjelaskan lagi maksudnya. “Melva masih hidup, dia ... ya tidak tinggal di sini lagi. Dia ada di luar negeri bersama mertua saya." Aku pun tidak bertanya lagi, dan topik tertutup saat Tante Anita mengalihkan pembicaraan ke hal lain, termasuk tentang kesulitan Melga mengambil sekolah biasa di tengah keterbatasannya.
10933 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai mae nak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status